StarindoNews.com RAO SELATAN — Dengan didampingi, Pimpinan BAZNAS Pasaman , Camat Rao Asran, Kapolsek Rao Ibda Roby, Sekretaris BPBD Pasaman, Wali Nagari Lansek Kadok, Kepala jorong tanjuang durian dan tanjuang alai kecamatan rao selatan, tinjau langsung beberapa titik banjir di kecamatan Rao selatan.
Dalamnya air yang menggenang rumah warga dan jalan utama daerah tersebut, tidak menciutkan keinginan Bupati dan rombongan melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak banjir dengan berjalan kaki, bahkan air tersebut mencapai paha orang dewasa.
Dalam keteranganya, Kalaksa yang disampaikan Sekretaris BPBD Pasaman Jupiter Ginting dilokasi banjir menjelaskan, Untuk warga yang terdampak banjir di kecamatan Rao selatan ini, ada beberapa kampung diantarnya, Kampung 7 sebanyak 105 KK, Kampung Pancahan baru sebanyak 67 KK, Muaro Gondang 63 KK, Rambahan 3 KK, Tanjung Durian 38 KK dengan total keseluruhan sebanyak 296 KK.
Untuk membantu evakuasi warga yang terdampak banjir, Pihak BPBD Pasaman sejak awal telah menerjunkan TRC (Tim Reaksi Cepat) penanggulangan bencana sebanyak 6 orang personil dan untuk mendukung operasional pihaknya telah menyediakan perahu karet dan peralatan lainya.
Menyikapi peristiwa yang terjadi ini cukup parah Bupati Welly Suheri Kepada awak media yang meliput musibah tersebut mengatakan, sementara ini untuk tahap awal tentu kita fokus untuk menyelamatkan warga dulu.
Penyelamatan, langkah-langkah penyelamatan untuk masyarakat kita, yaitu evakuasi dari semua daerah yang terdampak banjir atau terendam banjir.
Jadi kita evakuasi ke daerah aman. Dan tentunya ini kita sampaikan ke pihak Pemerintah Nagari agar betul-betul dibentuk Posko dan ada Satgasnya, sehingga seluruh pendataan dari masyarakat yang korban bisa terdata secara rinci.
Bupati Welly juga mengatakan, terkait bantuan bisa teradministrasi secara tertib tentunya. Karena dengan adanya posko, barangkali dari masyarakat umum juga ada yang ingin berbagi, dengan adanya posko jadi sudah jelas tempat mereka mengantarkan bantuan.
Sedangkan untuk hari ini kita menyalurkan bantuan untuk kebutuhan dasar, kasur, selimut, dan juga bahan-bahan pokok, bahan makanan.
Sementara untuk langkah yang diambil ke depan, mengingat musibah ini berulang. Kita akan coba komunikasikan dengan BNPB Pusat untuk memintakan bantuan anggaran membangun penanggulangan bencana banjir ini.
Dan untuk langkah-langkah itu saya sudah sampaikan ke OPD teknis untuk menyiapkan proposalnya, permohonannya. Nanti kita akan tindak lanjut, karena ini sudah di akhir tahun, insyaallah di awal tahun 2026 kita akan tindak lanjut untuk rencana tersebut, “ungkap Welly Suheri.
Terkait penyediaan rumah panggung, secepatnya dalam waktu dekat ini, seperti yang disampaikan tokoh masyarakat tadi, Pak Datuak, mengusulkan untuk membangun semacam shelter, tempat evakuasi warga, rumah panggung.
Jadi tadi saya sudah koordinasi dengan Pemerintah Nagari, insyaallah itu bisa dialokasikan anggaran dari anggaran Nagari untuk membangun rumah panggung tersebut di Tahun 2026, sebagai tanggap darurat untuk evakuasi warga kita.
Disamping itu untuk normalisasi sungai , Bupati menyebutkan Itu tergantung perencanaannya nanti. Apakah yang lebih tepatnya normalisasi sekaligus tentu membangun dam kiri-kanan dari alur sungai tersebut, “tambah Welly Suheri.
Salah seorang tokoh Masyarakat/Kepala Jorong Padang Tangah “Lisman” kepada awak media mengatakan, Banjir yang bersumber dari batang Sumpur tersebut terjadi 3 hari sejak Selasa malam sampai sekarang.
Dampak Banjir yang terjadi sekarang sedikitnya ada 5 (lima) kampung, yaitu Kampung Tangah Ngirian, Kampung Tanjung Olai, Kampung Pisang, Kampung Pao, dan Kampung Poncahan.seluruhnya didiami oleh
kurang lebih 250 kepala keluarga, “tutur Risman.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati langsung menyerahkan bantuan sembako dan kebutuhan dasar dari BAZNAS Pasaman selain itu juga bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Pasaman.
(Karno)












