BeritaPeristiwa

Puluhan Rumah Jl Kincir Air Desa Bojong Baru Terendam Banjir Sepaha Orang Dewasa, Aparat Hanya Janji

163
×

Puluhan Rumah Jl Kincir Air Desa Bojong Baru Terendam Banjir Sepaha Orang Dewasa, Aparat Hanya Janji

Sebarkan artikel ini
Penampakan Banjir di salah satu Rumah Warga Jl. Kincir Air Rt 03/02 Kelurahan Bojong Baru Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor (Foto: Yudi Bahtiar / Starindonews.com)
Penampakan Banjir di salah satu Rumah Warga Jl. Kincir Air Rt 03/02 Kelurahan Bojong Baru Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor (Foto: Yudi Bahtiar / Starindonews.com)

BOGOR | Starindonews.com – Intensitas Hujan yang mengguyur wilayah Jawa Barat pada Jum’at, 01 Mei 2026, menyebab puluhan rumah di Jl. Kincir Air Rt 03/02 Kelurahan Bojong Baru Kecamatan Bojonggede Kabupaten Bogor, terendam banjir sepaha orang dewasa.

Pasalnya penyebab banjir terjadi karena tidak berfungsinya saluran air di wilayah tersebut. Ari Sulki Mubarok, salah satu warga yang rumahnya terdampak banjir mengatakan kepada awak media, banjir sering terjadi di wilayahnya.

“Banjir dalam setahun ini sudah tiga kali, penyempitan saluran air dan banyaknya bangunan yang menutupi saluran faktor utamanya” ujar Ari.

Ari juga menyesalkan kepada aparat terkait yang sejak tahun lalu hanya meninjau lokasi banjir namun sampai saat ini belum ada tindakan.

“Pengecekan dan pengerjaan sementara di tahun 2025, sempet di janjian akan dikerjakan total di tahun ini, tapi sampai pertengahan tahun 2026 blm ada tindakan dari pihak desa dan kecamatan” paparnya.

Tak sampai disitu kekecewaan Ari kepada aparat Desa Bojongbaru dan Kecamatan Bojonggede yang hanya menjanjikan saja, diluapkan ke awak media agar mereka mendengar keluhannya.

“Pak Lurah dan Pak Camat jangan cuma janji, kalau tidak mampu tangani banjir ini, kami siap untuk gotong royong, agar masalah ini cepat selesai” imbuh Ari dengan nada kesal.

Lanjut Ari, dengan luapan kekecewaan ini, ia berharap suaranya di dengar oleh aparat setempat agar harapan puluhan warga yang terdampak banjir tidak terus menerus rumahnya kebanjiran.

“Tolong dong penanganan serius dari arapat desa dan kecamatan, untuk memperbaiki saluran air agar banjir tidak menjadi kejadian rutin” tutupnya.(YB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *