Politik

Supian Suri: Depok Rumah Bersama, Toleransi Terus Diperkuat di 2026

21
×

Supian Suri: Depok Rumah Bersama, Toleransi Terus Diperkuat di 2026

Sebarkan artikel ini

DEPOK | Starindonews — Menyambut Tahun Baru 2026, Wali Kota Depok Supian Suri menegaskan komitmen Pemerintah Kota Depok untuk terus membangun kota yang inklusif, aman, dan berkeadaban dengan menjunjung tinggi nilai toleransi serta kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.

Supian menegaskan, Depok adalah rumah bersama bagi seluruh warganya tanpa membedakan latar belakang agama maupun keyakinan. Karena itu, kehadiran pemerintah harus dirasakan secara adil oleh semua kelompok masyarakat.

“Depok adalah rumah bersama. Pemerintah wajib hadir untuk seluruh warga tanpa melihat perbedaan agama dan keyakinan. Setiap warga memiliki hak yang sama untuk menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman,” ujar Supian Suri usai menghadiri kegiatan Ngaji Hikam di kediamannya di Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Jumat (26/12).

Ia menekankan bahwa toleransi tidak cukup hanya disampaikan dalam wacana, tetapi harus diwujudkan melalui kebijakan publik dan tindakan nyata di lapangan. Pemerintah daerah, kata dia, memiliki tanggung jawab konstitusional untuk melindungi dan menghormati seluruh warga dalam kehidupan sosial maupun keagamaan.

Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, Supian Suri bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD Kota Depok, TNI-Polri, tokoh lintas agama, serta organisasi kemasyarakatan turun langsung mengawal perayaan Natal 2025 di sejumlah gereja dan titik perayaan.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah Natal berjalan aman, damai, dan kondusif.

“Kami ingin memastikan saudara-saudara kita umat Kristiani dapat menjalankan ibadah Natal dengan penuh ketenangan. Kehadiran pemerintah adalah bentuk tanggung jawab sekaligus jaminan negara atas kebebasan beribadah,” tegasnya.

Supian juga menilai keberagaman sebagai modal sosial sekaligus kekuatan utama Kota Depok. Karena itu, Pemkot Depok terus mendorong dialog lintas agama, memperkuat komunikasi dengan tokoh masyarakat, serta membangun kolaborasi berkelanjutan guna menjaga harmoni dan mencegah potensi konflik berbasis identitas.

Selain isu toleransi, Supian Suri turut mengajak masyarakat menyambut pergantian tahun dengan cara yang bijak dan sederhana. Ia mengimbau warga untuk tidak merayakan Tahun Baru 2026 secara berlebihan, terutama penggunaan petasan dan kembang api yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keselamatan.

“Kita boleh bergembira, tapi tetap dengan empati. Jangan lupa, masih banyak saudara-saudara kita di daerah lain yang sedang menghadapi musibah bencana,” katanya.

Menurut Supian, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari kualitas kehidupan sosial yang rukun, saling menghormati, dan menjunjung nilai kemanusiaan.

Ke depan, penguatan toleransi akan terus menjadi bagian penting dari arah pembangunan Kota Depok, dengan menyeimbangkan pembangunan fisik dan sosial.

“Jika toleransi kita rawat bersama, Depok akan tumbuh sebagai kota yang aman, inklusif, dan nyaman bagi seluruh warganya,” pungkas Supian Suri.

Dengan fondasi tersebut, Pemerintah Kota Depok optimistis memasuki tahun 2026 sebagai kota yang semakin terbuka, harmonis, dan mampu menjadi contoh praktik toleransi dalam kehidupan sehari-hari. (YB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *