BeritaDaerah

Mustapid: Selain Kesehatan Fisik dan Mental, Berkuda Bagian dari Kesunahan

67
×

Mustapid: Selain Kesehatan Fisik dan Mental, Berkuda Bagian dari Kesunahan

Sebarkan artikel ini
Dina Mustapid / Apit, salah satu penghobi berkuda (Foto: Yudi Bahtiar/Starindonews.com)
Dina Mustapid / Apit, salah satu penghobi berkuda (Foto: Yudi Bahtiar/Starindonews.com)

DEPOK | Starindonews.com – Olahraga kuda pada zaman Rasulullah SAW begitu populer, berkuda merupakan sarana transportasi, peralatan perang dan pertahanan yang sangat penting. Para pahlawan Islam kerap digambarkan menunggangi kuda nan gagah. Kuda juga menjadi salah satu harta yang utama.

Nyaris semua pahlawan-pahlawan Islam, sebagaimana budaya Arab kala itu, adalah para penunggang kuda yang mahir. Kemudian, lahirlah pandangan bahwa berkuda adalah kesunnahan.

Bahkan di zaman sekarang khususnya di Indonesia banyak pula klub, tempat kursus, dan lembaga pendidikan serta pondok pesantren yang mengampanyekan berkuda bagian dari Sunah Nabi, hal ini disampaikan oleh Dina Mustapid alias Apit, salah satu penghobi berkuda di Pacuan Kuda GIOVA’S GARDEN, Kamis (30/04/26).

“Berkuda bagi saya adalah olahraga yang menyehatkan badan, semua organ tubuh bergerak, baik otot tangan, otot kaki, serta melatih otak agar bisa fokus konsentrasi dalam mengendalikan arah kuda, tak hanya itu berkuda juga merupakan bagian dari kesunahan” ujarnya.

Lanjut Apit, Olahraga Berkuda merupakan salah satu olahraga dan keterampilan yang dianjurkan dalam Islam, dan juga ternyata memiliki banyak sekali manfaat, selain menyehatkan badan, menyehatkan jantung, berkuda melatih keberanian dan keseimbangan tubuh.

“Alhamdulillah semenjak saya berkuda, badan terasa bugar, nafas pun serasa plong, tak hanya itu saja, badan saya pun sehari-hari selalu Fresh tidak mudah lelah” imbuhnya.

Sebagai penutup, Apit juga mengungkapkan Berkuda tidak hanya sekadar hobi, melainkan juga sarana melatih diri untuk menjadi muslim yang kuat dan tangkas. Berkuda dikategorikan sebagai aktivitas yang menghidupkan sunnah dan mendidik jiwa agar kuat, tutupnya. (YB)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *