Depok | Starindonews.com – Liga Basket Pelajar Piala Wali Kota Depok 2026 yang digelar di GOR Kota Depok, kawasan Grand Depok City (GDC) diikuti oleh 75 tim dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Liga basket tersebut dibuka oleh Walikota Depok Supian Suri pada Sabtu (10/01/26), dan sekarang memasuki penyisihan babak perempat final.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat pembinaan olahraga pelajar sekaligus menyiapkan regenerasi atlet berprestasi di Kota Depok.
Dalam pertandingan liga basket ini persaingan menuju ke perempat final antara SMPIT DARUL ABIDIN Putra vs SMPN 3 DEPOK Putra (BENTO), yang dimenangkan SMPN 3 DEPOK dengan Skor 30 : 38, Jum’at (23/01/26).
Pertandingan berlangsung ketat sejak awal, SMPN 3 Depok sempat berada di bawah tekanan dengan skor yang saling kejar dan bahkan imbang hingga memasuki kuarter akhir. Intensitas permainan yang tinggi membuat laga berjalan alot, sebelum akhirnya SMPN 3 Depok mampu bangkit dan mengunci kemenangan pada kuarter keempat.
Pelatih tim basket putra SMPN 3 Depok, Ananta, menilai ketangguhan mental menjadi kunci keberhasilan timnya melewati laga krusial tersebut. Menurutnya, tekanan pertandingan kerap membuat pemain usia pelajar kehilangan fokus apabila tidak mampu mengendalikan emosi.
“Di lapangan, anak-anak sempat tertinggal dan skor juga imbang. Saya ambil time out dan meminta mereka melihat waktu serta posisi skor. Saya tekankan bahwa setiap pertandingan adalah final. Di momen seperti itu, mental jauh lebih penting daripada teknik,” ujar Ananta.
Tak hanya itu, Ia menambahkan, kepercayaan diri dan keberanian pemain dalam mengambil keputusan menjadi faktor utama kebangkitan tim pada kuarter penentuan.
“Kalau mental sudah goyah, strategi sebagus apa pun tidak akan berjalan. Yang saya tekankan adalah bagaimana mereka tetap percaya diri dan berani bangkit,” jelasnya.
Dari sisi teknis, Ananta mengakui performa timnya belum sepenuhnya ideal. Ia mencatat masih terdapat sejumlah kelemahan, terutama pada sektor pertahanan saat transisi serta penyelesaian melalui lemparan bebas.
“Defense kami masih kendor di beberapa momen, dan akurasi free throw hari ini menurun dibanding laga sebelumnya. Ini menjadi bahan evaluasi serius,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ia juga menilai kekuatan utama tim basket putra SMPN 3 Depok terletak pada kerja sama tim. Kontribusi pemain dinilai merata dan tidak bergantung pada satu pemain saja, meski peran Sakha dengan nomor punggung 29 diakui cukup sentral dalam laga penentuan.
“Yang saya tekankan bukan siapa yang paling banyak mencetak poin, tetapi bagaimana tim ini bermain sebagai satu kesatuan. Itu yang membuat kami bisa menang hari ini,” ujarnya.
Menghadapi babak penentuan kompetisi, Ananta memastikan intensitas latihan akan ditingkatkan. Jika sebelumnya tim berlatih dua kali dalam sepekan, ke depan frekuensi latihan akan ditambah menjadi tiga kali guna memperbaiki detail permainan serta meningkatkan kesiapan fisik dan mental pemain.
“Latihan akan kami tambah. Fokusnya pada perbaikan defense, free throw, dan penguatan mental bertanding,” tutup Ananta. (YB)












