Berita

Cipayung Hadirkan Posyandu–Pos Ronda Terintegrasi, Inovasi Baru untuk Keamanan dan Layanan Publik

15
×

Cipayung Hadirkan Posyandu–Pos Ronda Terintegrasi, Inovasi Baru untuk Keamanan dan Layanan Publik

Sebarkan artikel ini
Camat Cipayung kota Depok, Muhammad Reza, saat terkonfirmasi di ruang kerja.
Camat Cipayung kota Depok, Muhammad Reza, saat terkonfirmasi di ruang kerja.

DEPOK | Starindonews – Kecamatan Cipayung meluncurkan terobosan baru dalam penguatan keamanan lingkungan melalui pembangunan posyandu–pos ronda terintegrasi, sebuah konsep yang menggabungkan pelayanan kesehatan masyarakat pada siang hari dan fungsi keamanan pada malam hari.

Camat Cipayung, Muhammad Reza, mengatakan inovasi ini hadir untuk menjawab kebutuhan fasilitas publik yang lebih efektif dan berkelanjutan.

“Lahan pemerintah yang dipakai posyandu biasanya hanya aktif di siang hari. Dengan integrasi ini, fasilitas yang sama bisa dimanfaatkan sebagai pos ronda pada malam hari, sehingga lebih efisien,” jelasnya.

Bangunan Bergaya Betawi, Multiguna Siang dan Malam
Sejumlah kelurahan kini membangun posyandu dengan desain pendopo yang mengadopsi arsitektur rumah Betawi. Bagian depan pendopo dirancang terbuka sebagai area ronda, memungkinkan satu bangunan menjalankan dua fungsi sekaligus.

Reza menyebut model ini akan menjadi wajah baru sistem keamanan lingkungan di Cipayung.

Perintah Tegas: Ronda Wajib Berjalan, Pos Keamanan Harus Dibersihkan
Untuk memastikan efektivitas program, camat telah menginstruksikan lurah hingga ketua RT/RW agar segera menyusun jadwal ronda, memperbaiki pos ronda yang rusak, dan mengaktifkan penjagaan malam.

“Kami ingin ronda bukan sekadar formalitas. Dari beberapa peninjauan, masih ada wilayah yang tanpa penjagaan. Ini yang harus dibenahi,” ujarnya.

Zona Rawan Dipetakan Ulang, Tawuran Turun Signifikan
Kecamatan juga memperbarui peta wilayah rawan kriminalitas dan tawuran. Kawasan Tanah Merah yang dulu sering memicu bentrokan kini jauh lebih aman sejak menjadi area batalyon. Di sisi lain, wilayah Ratujaya tetap menjadi perhatian meski laporan tawuran makin jarang.

Untuk meminimalkan risiko, Linmas, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas diminta melakukan patroli teratur.

Antisipasi Genangan dan Penanganan Lokasi “Banjir Abadi”
Selain isu keamanan, Cipayung tengah memperkuat mitigasi genangan menjelang puncak musim hujan. Salah satu titik krusial berada di sekitar TPA, yang sering tergenang karena tumpukan sampah menutup aliran Kali Tangerang.

Wakil Wali Kota Depok telah turun langsung meninjau lokasi tersebut. Penanganan teknis kini dikaji, termasuk opsi pembangunan saluran besar atau solusi terkait tanah bergerak akibat timbunan sampah.

Warga Diminta Ikut Merawat dan Bangun Pos Baru
Reza juga mengajak warga untuk menjaga pos ronda yang sudah ada dan membangun pos baru di wilayah yang masih kekurangan.

“Integrasi dengan posyandu memudahkan karena fasilitas sudah ada. Tinggal dioptimalkan saja agar bermanfaat 24 jam,” katanya.

Bangun Budaya Siskamling yang Hidup Kembali
Camat Cipayung berharap langkah ini mampu membangkitkan kembali budaya keamanan bersama.

“Dengan pos terpadu, ronda terjadwal, dan dukungan warga, kami ingin menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tanggap. Semoga ini menjadi momentum yang memperkuat solidaritas antarwarga,” tutupnya.

Program integrasi posyandu–pos ronda ini diharapkan menjadi model baru keamanan lingkungan yang efektif, efisien, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. (YB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *