StarindoNews.com JAKARTA —- Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Dankodaeral) III, Laksamana Muda TNI Uki Prasetia, S.T., M.M., menghadiri peresmian Gedung Damage Control Simulator (DCS) milik Komando Latihan (Kolat) Koarmada I yang berlokasi di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (29/1/26).
Peresmian fasilitas ini dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla.
Sebagai informasi, fasilitas DCS ini merupakan bagian dari komitmen TNI AL dalam memodernisasi sarana latihan guna mencetak prajurit yang tangguh dan responsif.
Gedung DCS bukan sekadar bangunan biasa, melainkan sistem simulasi canggih yang dirancang untuk mereplikasi situasi darurat di atas kapal perang (KRI). Fasilitas ini memungkinkan prajurit berlatih menghadapi skenario kritis tanpa risiko kehilangan alutsista yang sebenarnya.
Dalam amanatnya, Kasal menegaskan bahwa pembangunan kekuatan TNI AL tidak hanya bertumpu pada modernisasi alutsista, tetapi juga pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
“TNI Angkatan Laut secara konsisten mengembangkan kemampuan prajurit melalui program pelatihan berbasis teknologi. Kehadiran DCS ini adalah jawaban atas kebutuhan operasional di medan tugas yang semakin kompleks,” tegas Kasal.
Dalam kesempatan tersebut, Dankodaeral III menyampaikan bahwa pentingnya naluri tempur dan ketangkasan prajurit dalam menyelamatkan aset negara saat terjadi kendala teknis maupun serangan.
Lebih lanjut disampaikan, “Latihan ini masuk dalam kategori high risk. Prajurit dididik untuk memiliki kesiapan mental dan fisik dalam penanggulangan kebakaran, kebocoran kapal, hingga ancaman bahaya Nuklir, Biologi, dan Kimia (Nubika),” tegas Laksda TNI Uki.
Beliau berharap dengan adanya fasilitas di bawah Kolat Koarmada I ini, prajurit Jalasena baik di jajaran Kodaeral III maupun satuan lainnya, nantinya dapat menggunakan fasilitas ini sebagai sarana latihan agar sigap dalam merespons setiap situasi darurat dengan cepat, tepat, dan terukur (C2T).
Pembangunan Gedung DCS ini merupakan langkah strategis TNI AL dalam mewujudkan kekuatan laut yang profesional, modern, dan tangguh demi menjaga kedaulatan wilayah perairan kelautan Indonesia.
(Dispen Kodaeral III)
Akbar







