BeritaInvestigasi

Remaja Depok Korban Tembakan Polisi Meninggal, IPAR Minta Proses Hukum Dibuka Seterang-Terangnya

×

Remaja Depok Korban Tembakan Polisi Meninggal, IPAR Minta Proses Hukum Dibuka Seterang-Terangnya

Sebarkan artikel ini
Pihak keluarga usai pemakaman almarhum.
Pihak keluarga usai pemakaman almarhum.

DEPOK | Starindonews – Ridwan Maulana, remaja asal Mekarjaya yang menjadi korban penembakan Polisi Metro Depok dalam insiden dugaan persiapan tawuran pada 9 Agustus 2025 lalu, akhirnya menghembuskan napas terakhir. Ridwan dinyatakan meninggal pada Minggu (07/12/2025) pukul 12.00 WIB di RS Mitra Keluarga Margonda setelah menjalani perawatan intensif selama empat bulan dan sempat pulang dan kembali kritis. Kepergiannya memicu gelombang keprihatinan publik dan tuntutan besar terhadap transparansi aparat.

Ketua Ikatan Pers Anti Rasuah (IPAR) sekaligus Pemred Media Nasional Obor Keadilan, Obor Panjaitan, menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh dibiarkan meredup.

“Ini peristiwa yang sangat kita sesalkan. Publik harus terus mengawal proses ini. Kami sudah bersurat ke Mabes Polri serta melaporkan kasus ini ke sejumlah lembaga. Masyarakat berhak tahu siapa pelakunya dan bagaimana kejadian sebenarnya,” tegasnya saat ditemui di sela prosesi pemakaman di TPU Lemperes KSU Sukmajaya.

Obor juga menyoroti minimnya penjelasan resmi terkait identitas pelaku dan kronologi lengkap insiden penembakan.

“Penembakan ini harus diumumkan secara terbuka. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Jika tidak transparan, kebijakan penanganannya bisa keliru dan berdampak panjang,” ujarnya.

Respons Keluarga dan Pihak RW
Ketua RW 01 Mekarjaya, Rohendi Budiyana, menyampaikan bahwa keluarga berharap adanya langkah serius dan pendekatan kekeluargaan dari pihak kepolisian terkait santunan maupun tanggung jawab lain. Rohendi mengungkapkan, selama empat bulan perawatan, seluruh biaya medis Ridwan ditanggung pihak berwajib.

“Keluarga sudah mengikhlaskan, namun mereka berharap ada komunikasi dan penyelesaian yang baik dari pihak kepolisian. Semoga bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” ungkapnya.

Rohendi juga mengingatkan agar peristiwa ini menjadi pelajaran bagi para remaja untuk menjauhi tawuran, narkoba, dan segala aktivitas berisiko. Ia mengimbau warga lebih aktif mengikuti kegiatan positif dan keagamaan.

Rasa terima kasih dari pihak Ketua RT 03, Eman Suherman, turut menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang mengawal hingga proses pemakaman berjalan lancar.

“Terima kasih kepada Polres Metro Depok, perangkat RT/RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan warga yang membantu. Semoga kebaikan ini mendapat balasan dari Allah SWT,” ujarnya.

Doa dan evaluasi bersama, sebagai informasi, prosesi pemakaman Ridwan Maulana berlangsung pada Minggu sore dengan suasana duka mendalam. Warga berharap keluarga diberi ketabahan serta kasus ini menjadi momentum evaluasi besar terhadap keamanan lingkungan dan profesionalitas aparat penegak hukum. (YB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *