Berita

Percobaan Bunuh Diri di Dusun Tangnga Desa Allaere: Perempuan 24 Tahun Ditemukan di Sungai Bonto Tangnga, Berhasil Dievakuasi

57
×

Percobaan Bunuh Diri di Dusun Tangnga Desa Allaere: Perempuan 24 Tahun Ditemukan di Sungai Bonto Tangnga, Berhasil Dievakuasi

Sebarkan artikel ini

STARINDONEWS.COM, Maros, 10 Mei 2026 – Sebuah peristiwa memilukan terjadi pada hari Minggu, 10 Mei 2026 sekitar pukul 17.00 WITA di wilayah Dusun Tangga, Desa Allaere, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Seorang perempuan bernama Fahira Saputri (24 tahun), pekerjaan swasta, diketahui melakukan percobaan bunuh diri dengan melompat dari Jembatan Biru Dusun Bonto Tangnga, namun beruntung berhasil ditemukan dalam keadaan masih hidup dan segera mendapatkan pertolongan.

Berdasarkan data identitas, Fahira Saputri ber-KTP di Jalan Mawar No. 34, Kelurahan Baju Bodoa, Kecamatan Maros Baru, namun berdomisili di Dusun Sabantang, Desa Toddopulia, Kecamatan Tanralili. Peristiwa ini terungkap setelah ada laporan dan temuan warga di sekitar aliran Sungai Bonto Tangnga.

Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari saksi dan keterangan resmi Polsek Tanralili, urutan kejadian berlangsung sebagai berikut:

Sekitar pukul 17.45 WITA, salah satu saksi bernama Rismawati (29 tahun), warga Dusun Sabantang Desa Toddopulia, melihat korban berada di dekat Jembatan Biru Dusun Bonto Tangnga. Saat itu, Rismawati sempat menegur dan meminta Fahira agar segera pulang ke rumah, namun korban sama sekali tidak menanggapi ajakan tersebut dan hanya diam di tempat.

Menjelang pukul 18.15 WITA, unit patroli Polsek Tanralili kebetulan melintas di lokasi jembatan tersebut dan melihat adanya kerumunan warga. Dari keterangan warga, diketahui bahwa diduga ada seseorang yang baru saja melompat dari jembatan. Di lokasi juga ditemukan sepeda motor jenis NMAX berwarna hitam dengan pelat nomor DD 4759 TY, serta sepasang sandal perempuan yang diduga milik korban.

Tim piket Polsek Tanralili segera melakukan pencarian menyusuri aliran sungai bersama warga sekitar. Sekitar 300 meter dari lokasi jembatan, korban berhasil ditemukan berada di dalam air dalam keadaan masih sadar, namun menggigil hebat kedinginan, sangat lemah, dan enggan berbicara apapun. Bersama Kepala Desa Allaere, petugas segera mengevakuasi korban dan membawanya ke Puskesmas Tanralili untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Pesan Pamit Terkirim Sebelum Kejadian

Keterangan penting diperoleh dari saksi utama sekaligus pacar korban, Aldi (23 tahun), beralamat di Jalan Sudirman Kasi Baru, Kelurahan Pettuadae, Kecamatan Turikale. Menurut keterangannya, sekitar pukul 12.00 WITA hari itu, ia bersama Fahira pergi berkunjung ke tempat wisata Sumpang Bita, Kabupaten Pangkep. Keduanya baru kembali ke wilayah Maros sekitar pukul 16.00 WITA, dan tiba di kediaman Aldi sekitar pukul 17.15 WITA.

Hanya berselang 5 menit, tepatnya pukul 17.20 WITA, Fahira berpamitan dan pergi meninggalkan rumah Aldi dengan mengendarai motornya sendiri menuju arah Tanralili.

Sekitar pukul 18.22 WITA, Aldi menerima pesan singkat WhatsApp dari ponsel Fahira yang berisi pesan bernada perpisahan dan permohonan maaf, yang intinya:

“Kan kah pergi degan tenang mohon dih maaf belum bisa jadih wanita yang pernah kita kenal, maaf selama ini kau ketemu degan wanita yg begitu sangat egois. Makasi sdh menjadi pasagam yang terakhir. Tidak sanggup ma degan semua dan tidak sanggup kah degan isi hati kuh.”

Setelah membaca pesan tersebut, Aldi berusaha menghubungi kembali nomor korban, namun ponsel Fahira sudah dalam keadaan tidak aktif. Ia pun segera bergegas mencari keberadaan korban hingga akhirnya mengetahui kejadian yang menimpa kekasihnya. Isi pesan tersebut menjadi petunjuk kuat bahwa korban memang memiliki niat untuk mengakhiri hidupnya karena merasa tidak sanggup lagi menanggung beban perasaannya.

Langkah Penanganan Pihak Berwajib
Kapolsek Tanralili, Iptu Askar, S.Sos, membenarkan peristiwa tersebut dalam laporannya. Hingga saat ini, langkah utama yang dilakukan pihak kepolisian adalah mengevakuasi korban dan memastikan kondisinya mendapatkan perawatan medis yang layak di Puskesmas Tanralili. Pihaknya juga telah memeriksa para saksi untuk mengumpulkan keterangan lengkap terkait latar belakang dan penyebab yang diduga mendorong korban melakukan tindakan tersebut.

Sampai berita ini diturunkan, korban masih dalam pemantauan petugas medis. Belum diketahui secara pasti apa beban masalah atau penyebab utama yang membuat korban nekat melakukan percobaan bunuh diri, namun dari pesan yang dikirimkan, diduga kuat berkaitan dengan tekanan batin atau masalah pribadi yang sedang dihadapi.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan berhati-hati, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku atau tanda-tanda tertekan pada orang di sekitarnya, agar hal serupa tidak terulang kembali.

 

: RISAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *