Menu

Mode Gelap

Minahasa Selatan · 14 Apr 2022 22:05 WIB ·

Ketua Komisi IX DPR-RI FER Gandeng BPOM Guna Mensosialisasikan Cara Pencegahan Stunting Kepada Anak


 Ketua Komisi IX DPR-RI FER Gandeng BPOM Guna Mensosialisasikan Cara Pencegahan Stunting Kepada Anak Perbesar

Starindonews.com

Minsel_Preverensi angka stunting di Indonesia diketahui berdasarkan data masih sangat tinggi berada di angka 27,7 persen. Hal ini sangat penting dan menjadi perhatian khusus ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene
Bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Manado turun langsung ke masyarakat guna mensosialisasikan sekaligus memberikan edukasi tentang bagaimana cara pencegahan stunting pada anak.

Kegiatan sosialisasi tentang pencegahan Stunting Oleh BPOM Manado dan Ketua Komisi IX DPR RI yang nyentrik di kenal dengan FER menjadikan masyarakat sangat antusias datang pada Kamis (14/4/2022)

Berada di dua lokasi berbeda yakni Desa Molinow Kecamatan Tenga dan Kelurahan Ranoyapo Kecamatan Amurang, menjadi tempat kegiatan sosialisasi dari Anggota DPR RI dari dapil Sulawesi Utara.

Felly Runtuwene mengatakan, Masalah stunting di Indonesia memerlukan penanganan yang tepat karena bisa menjadi salah satu ancaman serius bila tidak dilakukan tindakan pencegahan.”Kata Runtuwene.

Oleh sebab itu, pemerintah sendiri sudah menargetkan Program Penurunan Stunting menjadi 14% pada tahun 2024 mendatang melalui Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.“

Lanjut Felly, karena bicara masalah gizi buruk pada balita tidak hanya terkait masyarakat miskin tetapi juga bisa terjadi pada orang berada, karena banyak perempuan yang akan menikah sampai harus melakukan diet sehingga mempengaruhi kondisi gizi dalam tubuh kemudian pada proses kehamilan akhirnya ikut mempengaruhi gizi janin dalam kandungan dan ini problem kita sekaligus tanda awas bagi kita.

Namun demikian Politisi Partai NasDem ini memberikan apresiasi bagi Provinsi Bali yang sukses menekan angka stunting di angka 10 persen sehingga ia berharap hal ini bisa dijadikan contoh bagi daerah lain di Indonesia.“Target kita tahun 2024 14,5 persen, nah di Bali referensinya sudah 10 persen, saya sampaikan bolehlah dijadikan contoh untuk provinsi – provinsi lain datang kesana.”harapnya.

Baca Juga   Pemdes Tumpaan Satu Laksanakan Musdes Khusus Penetapan KPM BLT-DD Tahun 2023

Beberapa faktor terjadinya gizi buruk juga disebabkan berbagai hal termasuk infrastruktur seperti ketersediaan air bersih, kondisi rumah yang tidak sehat, serta kebersihan dalam lingkungan. Terang Runtuwene

Sosialisasi tersebut dihadiri Wakil Ketua Komisi III DPRD Sulut Stella Runtuwene, Kepala BPPOM Manado Dra Hariani Apt dan jajaran, pihak Kepolisian dan TNI, serta Pemerintah Desa dan Kelurahan setempat.

( HenMo)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

Baca Lainnya

Soal Masalah Tiang Lampu, Aneke Lamia : Tiang Lampu Sudah Tidak di Gunakan, dan Dipindahkan Ke Tempat yang Lebih di Perlukan Untuk Kepentingan Masyarakat

6 Juni 2023 - 12:24 WIB

Pemerintah Kecamatan Motoling Timur Gelar Rakor, Camat Mamarimbing Tekankan Kamtibmas Laporan Bulanan Serta Penyelenggaraan Pemerintahan Desa

29 April 2023 - 14:12 WIB

Pemdes Karimbow Talikuran Salurkan BLT-DD Bulan Januari Februari dan Maret Kepada 21 KPM

26 April 2023 - 18:39 WIB

Manado Banget Sabet Juara Free Fire Open Turnamen Desa Wanga, Jessica Oping: Terima Kasih Dan Sampai Bertemu di Season 2

2 April 2023 - 01:02 WIB

Sebanyak 338 Peserta, Bupati Minsel FDW Buka Secara Resmi Seleksi Kompetensi PPPK

26 Maret 2023 - 18:10 WIB

Pemdes Karimbow Talikuran Realisasikan Ketahanan Pangan Melalui Pemeliharaan Ikan dan Penanaman Cabe, Djoli Runtunuwu: Semua Sudah Sesuai Dengan Mekanisme

10 Maret 2023 - 10:03 WIB

Trending di Minahasa Selatan