Menu

Mode Gelap

Uncategorized · 22 Jun 2022 20:18 WIB ·

Kajari Lampung selatan tegas kan akan melanjutkan penyidikan dugaan penyimpangan dana desa karya tunggal


 Kajari Lampung selatan tegas kan akan melanjutkan penyidikan dugaan penyimpangan dana desa karya tunggal Perbesar

foto : Kajari Lamsel Dwi Astuti Beniyati didampingi Kasi Intel dan Kasi Pidsus

STARINDONEWS.COM. LAMPUNG SELATAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Selatan (Lamsel), menegaskan akan melanjutkan proses penyidikan kasus dugaan penyimpangan keuangan desa yang melibatkan Kades Karyatunggal, Tubagus Dana Natadipraja.

Sebelumnya, putusan bernomor 4/Pidpra/2022 PN Kalianda telah mengabulkan permohonan gugatan praperadilan atas penetapan status tersangka terhadap Kades Karyatunggal.

Rupanya, hal itu tak serta merta menghentikan langkah Kejaksaan untuk mengusut kasus dugaan korupsi karena dalam pokok perkara yang berbeda.

“Pada pokoknya, putusan praperadilan tersebut tidak membatalkan dugaan tindak pidana korupsi dalam penggunaan keuangan Desa Karyatunggal tahun anggaran 2016 sampai dengan 2019,” tegas Kajari Lamsel Dwi Astuti Beniyati, dalam jumpa pers yang digelar di kantor Kejaksaan, Rabu (22/6/2022).

Disoal dalam amar putusan praperadilan, salah satunya yakni membatalkan surat perintah penyidikan (sprindik) yang diterbitkan oleh Kejaksaan sebelumnya. Kajari menyebut, hal itu hanya masalah administrasi saja.

“Oleh karena itu, kami akan tetap melakukan penyidikan kembali terhadap dugaan korupsi tersebut dan akan mengeluarkan surat penyidikan yang baru,” jelasnya.

Menarik, teka teki materi penyidikan berikut bukti-bukti yang akan digunakan oleh Kejaksaan nantinya dimungkinkan adalah materi yang sama plus bukti tambahan menyesuaikan perkembangan proses penyidikan yang baru.

“Masih tetap kita gunakan. Dan, untuk selanjutnya kita ikuti (proses penyidikan baru, red.),” imbuh Kajari.

Bahkan, opsi penahanan terhadap Tubagus Dana Natadipraja jika nanti penyidikan dimulai kembali turut mencuat ke permukaan.

“Bisa, kerugian negara diatas Rp 800 juta. Dan itu, untuk desa sangat signifikan sekali.
Nanti kita lihat ya untuk penyidikan yang baru,” jawab Dwi Astuti Beniyati.

Meski begitu, Kejaksaan pada prinsipnya tetap menghormati putusan praperadilan yang dibacakan oleh Hakim Tunggal Rhyzza Dharma SH, Rabu (17/6) lalu.

Baca Juga   Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Temiang Pardasuka Sindir Pemerintah soal Jalan Rusak

“Kami meghormati putusan tersebut dan sudah melaksanakannya dengan mengeluarkan pemohon (Kades Karyatunggal, red.) dari Lapas Kalianda. Dikarenakan, putusan praperadilan tersebut bersifat final dan bidding sehingga tidak bisa dilakukan upaya hukum,” ujar Kajari di penghujung. (Jauhari starindonews.)

Artikel ini telah dibaca 44 kali

Baca Lainnya

Menuju WBK dan WBBM Polres Aceh Timur Gelar Apel Pencanangan Zona Integritas

23 Juli 2024 - 14:05 WIB

Pj. Bupati Aceh Timur Dukung Pencanangan Zona Integritas di Polres Aceh Timur

23 Juli 2024 - 13:56 WIB

Wartawan Aceh Timur Harapkan Pj. Bupati Jalin Silaturahmi dengan Media

21 Juli 2024 - 11:46 WIB

Berkat Penggalangan dan Pendekatan, Terduga Pelaku Perampasan Dengan Kekerasan Menyerahkan Diri

21 Juli 2024 - 11:23 WIB

Hari Ke-5 Operasi Patuh Seulawah 2024, Satlantas Polres Aceh Timur Giatkan Imbauan Kepada Masyarakat Patuh Berlalulintas

19 Juli 2024 - 19:59 WIB

Panitia Katibung Fair di Tetap kan, kegiatan Tanggal 03 – Agustus – 2024, Tari adat Budaya hingga Artis Bintang Pantura Akan Ramai kan Pesta Rakyat.

19 Juli 2024 - 15:59 WIB

Trending di Uncategorized