Menu

Mode Gelap

Uncategorized · 26 Apr 2022 19:57 WIB ·

Anak gunung krakatau dari level 2 naik ke level 3 warga di himbau siaga


 Anak gunung krakatau dari level 2 naik ke level 3 warga di himbau siaga Perbesar

Starindonews.com.
Lampung selatan
Status Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda, Provinsi Lampung, naik dari Waspada Level II menjadi Siaga Level III terhitung sejak 24 April 2022, pukul 18.00 WIB.

Kenaikan level ini terjadi akibat erupsi berulang sejak 22 Desember 2018, sehingga saat ini Gunung Anak Krakatau tumbuh semakin besar dan tinggi. Adapun, ketinggian Gunung Anak Krakatau kini telah mencapai sekitar 150 mdpl.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan Dulkahar mengakatan, saat ini kondisi Gunung Anak Krakatau masih dalam periode erupsi menerus dengan perubahan erupsi yang semula dominan abu, menjadi tipe strombolian.

Sesuai dengan informasi yang diterima dari Kementerian Eenergi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, dirinya mengungkapkan, tipe strombolian ini menghasilkan lontaran-lontaran lava pijar pada tanggal 17 April 2022. Kemudian, lontaran tersebut terjadi kembali sekitar pukul 12.19 WIB pada tanggal 23 April 2022.

“Saat ini status Gunung Anak Krakatau naik Level III, kita menindaklanjuti apa yang menjadi arahan dari Kementerian Eenergi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia,” ungkap Dulkahar saat dihubungi via telepon, pada Senin (25/4/2022).

Mengingat situasi Gunung Anak Krakatau yang masih belum stabil, lanjut Dulkahar, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Disisi lain, masyarakat juga diminta agar tidak termakan isu-isu tentang erupsi Gunung Anak Krakatau.

Dirinya juga mengimbau agar masyarakat, pengunjung, wisatawan dan pendaki tidak diperbolehkan mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif.

“Pada situasi saat ini masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya dengan informasi-informasi yang belum tentu benar. Terkait dengan debu kita akan mencoba membantu dengan berkoordinasi dengan Dinas PMD, mungkin ada desa yang mempunyai anggaran bencana bisa digunakan untuk membeli masker dan dibagikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dulkahar mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan lokasi yang akan dijadikan sebagai tempat pengungsian, apabila nantinya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti bencana gempa dan tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Kita lakukan persiapan kalau nanti kemungkinan akan terjadi gempa atau mungkin tsunami, maka tentu kita sudah mengecek untuk pengungsian, seperti di Rajabasa sana ada SMA Kunjir, lalu juga di Kalianda ada Lapangan Tenis Indoor,” pungkasnya. (jauhari starindonews)

Artikel ini telah dibaca 88 kali

Baca Lainnya

PERCEPATAN DAN PEMERATAAN PROGRAM VAKSIN, BP LANAL CIREBON TERUS VAKSIN WARGA

27 Mei 2022 - 12:23 WIB

Oknum kades di tahan LSMB GMBI aspresiasi Kajari lamsel

26 Mei 2022 - 20:17 WIB

Kasus Pencabulan Anak Usia 6 Tahun di Jati Agung Mendapat Perhatian Khusus Mantan Ketua KOMNAS HAM RI.

26 Mei 2022 - 13:56 WIB

LAMPUNG SELATAN – Perwakilan Aliansi Masyarakat Hanggum Lampung Selatan (AMHLS) datangi gedung kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung Selatan.

25 Mei 2022 - 12:21 WIB

Polres Lamsel Kembali Ungkap Pelaku Penyalahgunaan Narkoba Di Merebau Mataram

24 Mei 2022 - 09:04 WIB

KADES KARYA TUNGGAL TUBAGUS TERSERAT DAN TERJERAT DALAM KASUS KORUPSI DANA DESA PELAPOR BERHARAP DESA KARYA TUNGGAL BERBENAH

24 Mei 2022 - 06:06 WIB

Trending di Uncategorized