DEPOK | Starindonews – Aliansi Masyarakat Anti Mafia Tanah (AMANAT) yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat dan LSM menggelar audiensi dengan Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Depok, Rabu (14/1/2026).
Audiensi yang berlangsung di Kantor ATR/BPN Depok, Jalan Boulevard Kota Kembang, Grand Depok City, berjalan komunikatif dan kondusif. Sejumlah persoalan pertanahan yang terjadi di tengah masyarakat menjadi pokok pembahasan dalam pertemuan tersebut.
Kepala BPN Kota Depok, Budi Jaya, menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap kritik, masukan, serta aspirasi masyarakat.
“BPN Depok terbuka terhadap kritik dan saran dari masyarakat. Mari kita bersama-sama mencari solusi terbaik,” ujar Budi Jaya, yang hadir didampingi para kepala seksi di Aula BPN Depok.
Perwakilan AMANAT yang hadir di antaranya Pardong selaku Ketua KAKI Depok sekaligus Koordinator AMANAT, Wawan Gaul dari JAMAN, Wido Pratikno dari Forum Buruh Depok, Haris Fadillah dari Garnus Depok, Akbar Husein dari HKTI Depok, serta Abie dari Front Mahasiswa Depok.
Dalam audiensi tersebut, AMANAT menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat, di antaranya terkait belum selesainya ratusan berkas Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), polemik pengelolaan setu-setu, serta berbagai permasalahan pertanahan lainnya.
Menanggapi hal itu, BPN Depok menjelaskan bahwa pelaksanaan PTSL tahun 2025 telah menyisakan sedikit pekerjaan rumah. Untuk berkas yang belum rampung, BPN meminta masyarakat menyertakan bukti dan dokumen lengkap agar dapat ditelusuri kendalanya.
“Selama berkas lengkap dan tidak ada kendala, pasti bisa diselesaikan. BPN tidak mungkin mempersulit masyarakat,” tegas Budi Jaya.
Sementara itu, Koordinator AMANAT Pardong mengapresiasi pelaksanaan audiensi yang dinilainya sebagai langkah positif dalam membangun komunikasi antara masyarakat dan pemerintah.
“Komunikasi terbaik adalah dengan bertemu langsung, bersilaturahmi, dan mencari solusi bersama. Kinerja BPN di tahun 2025 patut diapresiasi,” kata Pardong.
Ia menambahkan bahwa AMANAT siap bersinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk membantu menyelesaikan persoalan pertanahan di Kota Depok.
Audiensi tersebut turut dihadiri oleh Kapolsek Sukmajaya dan Danramil Sukmajaya sebagai bentuk dukungan sinergi lintas sektor.
Di akhir pertemuan, Kepala BPN Depok kembali menegaskan komitmennya untuk membuka ruang dialog dengan masyarakat.
“Jika ada informasi atau persoalan di lapangan, silakan disampaikan melalui cara-cara yang baik seperti ini. Kami siap berkomunikasi dan menampung aspirasi masyarakat,” pungkas Budi Jaya. (YB)












