Teknologi

‎Sosialisasi Aplikasi “Mo-Tamu Berbasis Face Recognition” Sistem Keamanan Lingkungan Digital

13
×

‎Sosialisasi Aplikasi “Mo-Tamu Berbasis Face Recognition” Sistem Keamanan Lingkungan Digital

Sebarkan artikel ini

StarindoNews.com KOTA BEKASI — Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tema “Peningkatan Kinerja Sistem Keamanan Lingkungan Digital Melalui Implementasi Aplikasi Mo-Tamu Berbasis Face Recognition”, bertempat di Meeting Room “Funky”, Lantai 6, Hotel Harris Summarecon Bekasi. Sabtu (13/12/25).

Tim FTEN ITPLN – Fakultas Telematika Energi:
‎* Yessi Asri Dosen Peneliti
‎* Dwina Kuswardani Dosen Peneliti
‎* Widya Nita Suliyanti Dosen Peneliti
‎* M. Jafar Ely Dosen Peneliti
‎* Muhammad Iqbal Mahasiswa Peneliti
‎* Atikah R. Ansyari Mahasiswa Peneliti

Ketua Peneliti, Yessi Asri, ST., MMSI dalam paparannya mengatakan, Institut Teknologi PLN berdiri sejak tahun 1998, dengan nama Sekolah Tinggi YPLN (STT-YPLN) , ITPLN berada dibawah naungan Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan PLN atau YPK PLN.

Pada 31 Januari 2020, ITPLN secara resmi bertransformasi menjadi Institut Teknologi PLN dengan Tujuan utama pendirian adalah sebagai wadah bagi para pakar PLN untuk mentransfer ilmunya kepada generasi penerus.

Kebutuhan energi yang ramah lingkungan menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupan suatu negara. Perkembangan dunia energi yang semakin dinamis kedepannya, khususnya ketenagalistrikan menjadi salah satu penompang pembangunan Indonesia menjadi negara maju.

Institut Teknologi PLN dibawah naungan Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan PT PLN hadir dengan solusi tenaga atau man power untuk masa depan dengan keterampilan para mahasiswa maupun lulusan yang dimiliki di bidang energi dan teknologi.

‎Perguruan tinggi pasti tak lepas dari Tri dharma perguruan tinggi, yang terdiri dari pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat.

‎Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah konsep yang menjadi pedoman bagi perguruan tinggi dalam melakukan tugas dan fungsinya. Konsep ini pertama kali dikenalkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan kemudian disahkan menjadi suatu pedoman melalui beberapa kebijakan. Tri Dharma Perguruan Tinggi terdiri dari tiga pilar, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian serta pengabdian kepada masyarakat.

‎Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melibatkan bersama dosen dan juga mahasiswa.

‎Masyarakat perkotaan, khususnya di lingkungan perumahan, masih menghadapi tantangan dalam mengakses sistem keamanan yang efektif akibat keterbatasan pengawasan.

Problem Statement:
‎1. Tingkat kriminalitas di wilayah perkotaan dan perumahan masih menjadi permasalahan serius di Indonesia
‎2. Persepsi masyarakat menunjukkan keamanan malam hari cenderung rendah, sehingga meningkatkan rasa was-was.
‎3. Dibutuhkan sistem keamanan yang real-time dan akurat untuk mengatasi keterbatasan pencatatan manual dan pengawasan konvensional.

‎Problem Justification:
‎* Kabupaten Bekasi, jumlah kasus kriminal meningkat dari 1.553 kasus pada 2022 menjadi 2.279 kasus pada 2023, dan kembali naik menjadi 2.343 kasus pada 2024 ( Polres Metro Bekasi, 2024).
‎* Indeks kejahatan Kota Bekasi berada di angka 37,46 (kategori rendah), namun tingkat keamanan hanya 62,54 (kategori aman moderat) (Numbeo,2923).
‎* Sistem berbasis AI mampu mengidentifikasi wajah secara akurat bahkan dalam kondisi pencahayaan rendah maupun sudut pengambilan yang kurang ideal (Nurpeisova et al.,2022).

Objective

‎Project Implementation dilaksanakan di Perumahan Bunga Raya, RT 012/016, Kelurahan Duren Jaya, Bekasi, dengan melibatkan pengurus RT, petugas keamanan, dan masyarakat setempat. Lokasi ini dipilih karena telah memiliki fasilitas gerbang pintu digital, sehingga mendukung penerapan program terkait peningkatan kapasitas keamanan, pengelolaan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

‎Pengembangan Mo-Tamu menggunakan pendekatan SDLC dengan metode CRISP-DM karena memberikan alur sistematis dari pemahaman masalah hingga implementasi. Mo-Tamu 1.0 masih menggunakan pencatatan tamu secara manual, sedangkan Mo-Tamu 2.0 dikembangkan dengan fitur face recognition untuk mengenali tamu secara otomatis sehingga proses registrasi lebih cepat, data lebih akurat, dan sistem keamanan lebih efisien.

‎Pengembangan Mo-Tamu 3.0 diharapkan mampu meningkatkan akurasi identifikasi wajah, memperluas pendataan tamu, menyediakan respon darurat melalui Emergency Button, menghadirkan monitoring real-time, serta mendukung dokumentasi keamanan yang lebih terstruktur.

‎Tampak turut hadir, Hasanuddin Mega Dewan Pembina II Komunitas Ngopi Broo mewakili Tri Adhianto Walikota Bekasi/Dewan Pembina Komunitas Ngopi Broo.

Akbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *