Aceh Timur-Sraribdonwes.com;Rabu 23 April 2025. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-74, Hari Bidan Internasional (International Day of the Midwife), dan Pekan Imunisasi Dunia, IBI Kabupaten Aceh Timur menggelar kegiatan Bakti Sosial (Baksos) yang dipusatkan di Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Timur, Desa Tanoh Anoe, Kecamatan Idi Rayeuk, pada Rabu, 23 April 2025.
Kegiatan ini mengusung tema nasional “Peran Strategis Bidan dalam Memenuhi Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi Perempuan di Setiap Kondisi Krisis Menuju Indonesia Emas 2045 – Critical in Every Crisis.” Tema tersebut menyoroti pentingnya peran bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan reproduksi yang inklusif, merata, dan tangguh dalam segala situasi, termasuk saat menghadapi krisis seperti bencana alam, pandemi, dan konflik sosial.
Kegiatan Bakti Sosial ini merupakan bentuk kolaborasi antara IBI dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), sebagai wujud komitmen bersama dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat, terutama perempuan dan anak-anak.
Dalam menyambut HUT IBI yang ke 74,Yang mewakili kadis Dinas Kesehatan Kabid SDM.Ns. Saifuddin.MKM.MPH.Memberi kata-kata sambutan dan sekaligus membuka HUT Ikatan Bidan Indonesia ke 74 di Puskesmas Idi Rayeuk.
Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi pelayanan serentak yang berlangsung mulai 23 hingga 29 April 2025, serta pelayanan Keluarga Berencana (KB) yang dijadwalkan pada 5 hingga 31 Mei 2025. Layanan ini diberikan secara gratis kepada masyarakat dan menyasar berbagai kelompok usia sesuai dengan standar pelayanan kesehatan nasional.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir sejumlah tokoh dan perwakilan instansi, antara lain Camat Idi Rayeuk Hasbi, M.M., perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Wakapolsek Idi Rayeuk, perwakilan Danramil, kepala Puskesmas, serta jajaran pengurus dan anggota IBI Kabupaten Aceh Timur.
Camat Idi Rayeuk, Hasbi, M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh IBI. Ia menilai bahwa kegiatan ini sangat relevan dan bermanfaat dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya perempuan dan anak-anak di bidang kesehatan. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Sebagai unsur Muspika, kami hadir sebagai undangan dan mendukung penuh upaya yang dilakukan IBI dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya kaum perempuan dan anak,” ujar Hasbi.
Sementara itu, Ketua IBI Kabupaten Aceh Timur, Hj. Yusniar, Amd.Keb, SKM, dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Hari Bidan Internasional tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat pengabdian dan profesionalisme para bidan di seluruh Indonesia, khususnya di Aceh Timur.

“Peringatan IDM yang jatuh pada tanggal 5 Mei tahun ini mengusung tema ‘Midwives: Critical in Every Crisis’, yang sangat relevan dengan kondisi saat ini. Bidan bukan hanya hadir dalam proses kelahiran, tetapi juga menjadi ujung tombak dalam menghadapi tantangan kesehatan di masa krisis,” ujarnya.
Hj,Yusniar.Amd. Keb, SKM juga menjelaskan bahwa rangkaian peringatan HUT IBI ke-74 tahun ini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan semata, tetapi juga pada penguatan kapasitas organisasi dan peningkatan kepedulian terhadap masyarakat. Beberapa kegiatan lainnya meliputi tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para tokoh IBI terdahulu, kunjungan ke sesepuh IBI, serta pembentukan posko siaga bidan selama masa mudik dan arus balik Lebaran.
Kegiatan Bakti Sosial yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh antusiasme dari masyarakat. Para peserta juga mendapatkan penyuluhan terkait pentingnya imunisasi, kesehatan ibu dan anak, serta pemanfaatan layanan KB secara bijak dan terencana.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan mendorong peran aktif bidan dalam setiap lini pelayanan kesehatan. IBI Aceh Timur berharap, semangat kebersamaan dan pengabdian yang dibangun dalam momentum ini dapat mempererat solidaritas antaranggota dan memperkuat kontribusi bidan dalam pembangunan kesehatan menuju Indonesia Emas 2045.(Bacee)












