GAGAL KE LOMBOK KEPALA DESA DAN PERANGKAT DESA STUDI BANDING -->

Iklan Atas

SELAMAT DATANG DI WWW.STARINDONEWS.COM BERITA AKTUAL SESUAI FAKTA

GAGAL KE LOMBOK KEPALA DESA DAN PERANGKAT DESA STUDI BANDING

Sunday, October 10, 2021

Starindonews.com TEBO —perangkat dan kepala desa yang semula sudah di jadwalkan keberangkatan nya ke Lombok ternyata batal,dan akhirnya kegiatan tersebut di laksanakan di salah satu hotel di Jakarta,studi banding tersebut di gelar pelaksanaan nya pada tanggal,30 September 2021 s/d 3 Oktober 2021.


Rencana awalnya kegiatan peningkatan kapasitas manajemen pemerintahan desa,dilaksanakan di Lombok,mungkin karena kurangnya persiapan dan perencanaan yang matang dari panitia kegiatan itu,kades dan perangkatnya hanya mengelar WORKSHOP disalah satu hotel di Jakarta.


Dari informasi yang didapat memang perangkat dan kades ini akan melaksanakan studi banding kelombok,tetapi entah kenapa jadwal rencana kelombok tidak jadi dilaksanakan karena panitia study banding mengalihkan pelaksanaan nya dan memutuskan untuk mengelar studi banding di hotel Jakarta",sebut salah satu pendamping saat itu.


Kegiatan ini diduga menyerap biaya anggaran Perorangan cukup pantastis dan juga berpariasi,di perkirakan masing masing perangkat dan kades nya diduga dikenakan biaya 10 juta,satu desa utusan nya,dua sampai enam orang,yang berkemungkinan yang ikut studi banding tersebut ada beberapa desaanlah yang ikut kegiatan ini imbuh nya.


Kades dan perangkat nya memang perlu untuk studi banding,untuk menambah wawasan tentang Manajemen desa dan tata cara mengelola keuangan desa dengan baik dan benar.akan tetapi waktu dan pelaksanaan nya yang kurang tepat.


Dimana kita lagi sibuk dengan Masalah copid 19 ini,dan kita diminta untuk jangan berkumpul,saling menjaga jarak dan tidak boleh bepergian keluar kota,untuk memutus mata rantai penularan kopid 19 ini,malah kades dan perangkat termasuk panitia penyelenggara ikut studi banding kelombok.


Walau bagaimanapun secara tidak langsung sama saja menghabiskan uang masyarakat,pemerintah mengucurkan dana desa itu bukan hanya untuk studi banding saja,melainkan untuk kesejahteraan masyrakat nya,baik itu dibidang imprastruktur pencepatan pembangunan di desa,maupun untuk bagaimana meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyrakat didesa itu sendiri.


Bagaimana manajemen pemerintahan di desa bisa bagus dan terorganisir dengan baik dan tertata rapi,kalau dana desa yang di kucurkan pemerintah banyak yang di salah gunakan dan tidak pada peruntukan nya alias tidak tepat sasaran Sesuai dengan petunjuk juknis tentang tata cara bagaimana pengelolaan dana desa yang baik dan benar.(Samsul)