Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Gorontalo Menolak Usulan Sertifikasi CHSE Mandiri -->

Iklan Atas

SELAMAT DATANG DI WWW.STARINDONEWS.COM BERITA AKTUAL SESUAI FAKTA

Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Gorontalo Menolak Usulan Sertifikasi CHSE Mandiri

Sunday, September 26, 2021


Starindonews.com Gorontalo —BPD PHRI Provinsi Gorontalo menolak usulan CHSE (Cleanliness Health Safery Environment Sustainability) secara Mandiri dan masuk pada mekanisme sistem OSS (Online Single Submission) sebagai sertifikasi yang dilakukan berulang.


Yanuar Velberg, SE selaku Ketua BPD PHRI Provinsi Gorontalo yang didampingi oleh Wakil Ketua Bidang Kelembagaan Hukum dan Legal Abdul Rahim Umar, SE menyampaikan menolak usulan CHSE yang disyaratkan pada OSS ini dikarenakan akan membebani pihak Hotel dan Restorant saat diwawancarai oleh Starindonews.com Minggu, 26/09/2021.


"Penerapan Sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environment) Mandiri pada Industri Hotel dan Restoran, hal ini menjadi pembahasan utama saat Rapat Koordinasi BPP - BPD Se Indonesia yg dilaksanakan secara daring pada hari Sabtu 24 September 2021", cetus Ketua.


Tujuan Sertifikasi CHSE tentunya sangat baik terhadap Penerapan Protokol Kesehatan di Industri Pariwisata khususnya Hotel dan Restoran guna menahan laju penyebaran Virus Covid-19 saat ini dimasa Pandemi, akan tetapi sangatlah membebani Industri jika Sertifikasi CHSE dilakukan secara mandiri 


"Dengan mengeluarkan biaya untuk sertifikasi CHSE dan harus diperpanjang setiap tahun", ujar Ketua Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Provinsi Gorontalo Yanuar Velberg, SE saat diwawancarai.


Penyampaian usulan tersebut disampaikan pada hasil rakor Pembukaan Pariwisata Bali yang dihadiri Deputi Bidang Industri & Investasi Kemenparekraf bersama beberapa lembaga pemerintah lainnya pada tanggal 10 September 2021.


"Kami sangat berharap untuk setiap regulasi yang akan dilakukan pasca covid 19 tidak membebani para pengusaha Hotel dan Restoran apalagi untuk waktu sekarang pendapatan hanya cukup untuk biaya operasional", imbuhnya.


Apalagi untuk pengurusan Sertifikasi CHSE secara mandiri ini bisa menambah beban Industri Hotel dna Restoran jika diterapkan dengan biaya yang cukup mahal dan hanya berlaku untuk setahun.


"Memang sekarang sertifikat CHSE masih digratiskan oleh Kemenparekraf tentu dengan jumlah terbatas, setelahnya pembiayaannya dibebankan kepada pengusaha Hotel dan Restoran, selama pandemi ini untuk biaya operasional saja kita masih kesulitan, tutup Ketua BPD PHRI Provinsi Gorontalo.(BNL).