Menghalangi Tugas Wartawan. Pelaku di kenakan pidana dua tahun penjara dan denda Maksimal 500 Juta -->

Iklan Atas

SELAMAT DATANG DI WWW.STARINDONEWS.COM BERITA AKTUAL SESUAI FAKTA

Menghalangi Tugas Wartawan. Pelaku di kenakan pidana dua tahun penjara dan denda Maksimal 500 Juta

Purnama Media Grub
Friday, September 24, 2021


 

StarindoNews.Com, Tulang Bawang - Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung Juniardi mengatakan, siapa saja yang melakukan kekerasan dan menghalangi wartawan dalam melaksanakan tugas peliputannya, maka si pelaku dapat dikenakan sanksi pidana. Ancamannya tidak main-main, pelaku dapat dikenakan hukuman penjara selama dua tahun dan denda maksimal Rp.500 juta. Sanksi itu, tertuang dalam Undang-undang (UU) Republik Indonesia nomor 40 tahun 1999 tentang pers, di Hotel Le’Man Tulang Bawang (Tuba). Selasa (21/9/2021).


Lanjut Juniardi, Dalam ketentuan pidana pasal 18 itu setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja, melakukan tindakan yang dapat menghambat atau menghalangi ketentuan, pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 terkait penghalang-halangan upaya media untuk mencari dan mengolah informasi, dapat dipidana dalam pidana kurungan penjara selama dua tahun atau denda paling banyak 500 juta rupiah. Jadi ini ketentuan pidana yang diatur dalam UU pers. Ujar Juniardi.


Kemudian dalam pasal 4 UU pers menjamin kemerdekaan pers dan pers nasional memiliki hak mencari, memperoleh dan menyebar luaskan gagasan dan informasi. Dalam sejumlah kasus, jurnalis kerap mendapatkan kekerasan fisik, verbal, perampasan alat kerja maupun teror. Pelakunya pun beragam, mulai dari aparat keamanan, pejabat maupun masyarakat, terutama ketika meliput di daerah konflik. Terangnya.


Ia pun mengingatkan, semua pihak agar tidak melakukan tindakan kekerasan terhadap jurnalis, ketika tengah melakukan tugas peliputan. “Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan narasumber atau objek pemberitaan, saat merasa tidak puas dan kecewa terhadap kerja wartawan. Cara yang ia maksud yakni dengan melaporkan persoalan tersebut kepada dewan pers atau kepada kantor media yang melakukan peliputan”. Tuturnya.


“Saya berharap, wawasan yang didapatkan peserta dalam pendidikan singkat itu, dapat menjadi pelajaran ketika berhadapan dengan media dan wartawan yang sedang melakukan Pungkasnya.


( ALIM )