Jeruk Peras Untuk Tambah Stamina Di Era Covad - Covid -->

Iklan Atas

SELAMAT DATANG DI WWW.STARINDONEWS.COM BERITA AKTUAL SESUAI FAKTA

Jeruk Peras Untuk Tambah Stamina Di Era Covad - Covid

Purnama Media Grub
Monday, September 06, 2021


StarindoNews.Com, Jakarta - Ada jeruk peras Rp.12.000 per kilogram yang dijual oleh Mohamad Rofiqi (36) di depan Pasar Palmerah, Barat. Selain itu Rofiqi juga menjual Alpukat 25.000 per kilogram. Buah naga Rp.15.000 per kilogram. Sedangkan Melon dijual  per buah  Rp.25.000.


"Kami belanja di Pasar Kramat jati dengan mobil pasar. Mulai dari Jambu biji, sirsak,apel , Strawberry dan aneka buah lainnya," Ungkap Rofiqi kepada awak media, Minggu (5/9) siang.


Rofiqi sudah  5 tahun terakhir ikut membantu  orang tuanya yang telah berdagang di tempat yang sama sejak lebih 30 tahun silam. Tidak heran para pembeli adalah konsumen tetap dari pedagang es atau penggemar buah yang sudah berlangganan tahunan di kios milik orang tua Rofiqi. Sejak era Covad -Covid ia rasakan omzet meningkat. Apa benar buah - buahan meningkatkan stamina tubuh melawan Covad - Covid saat ini?






Anak ketiga dari 7 bersaudara dari pasangan orang tua asal Banten dan Demak ini kini suda  punya putra 3 orang putra berumur 5 Tahun, 3 tahun dan 1 tahun.


Ia mengaku lahir di  Demak  dan besar di Jakarta karena ikut orang tuanya merantau ke Jakarta.


"Kios kami tutup pada pukul 23 malam, dan buka kembali pada pukul 4 pagi. Setelah tutup kios baru kami belanja ke Pasar Kramat jati. Kadang kami agar praktis tinggal pesan saja dan dikirim via mobil pasar yang berangkat dari Palmerah ke sana.


Itu di luar biaya Kuli panggul  buah bayar Rp.5.000 per peti dan ongkos angkut pakai mobil," lanjut Rofiqi.


Lelaki jebolan salah satu  pesantren di Banten ini sebelumnya bekerja di pabrik tempe di Kelurahan Palmerah. Namun, kemudian ia bahu membahu dengan saudari perempuannya membantu menjual buah karena orang tua sudah mulai mengurangi aktivitasnya di atas usia 60 tahun.


"Saya lihat para penggemar buah yang belanja di sini umumnya adalah pelanggan tetap. Mungkin hanya 1 dari setiap 5 orang pembeli tetap yang datang." Kata Rofiqi menyudahi penjelasannya.


( Hansuta )