Depok Terapkan Ganjil Genap (Gage) Oktober Mendatang -->

Iklan Atas

SELAMAT DATANG DI WWW.STARINDONEWS.COM BERITA AKTUAL SESUAI FAKTA

Depok Terapkan Ganjil Genap (Gage) Oktober Mendatang

Tuesday, September 21, 2021


Starindonews.com Depok - Akhir pekan di Kota Depok kembali normal, macet hingga akhirnya riskan menimbulkan kerumunan di saat pandemi Covid-19. Apalagi, di lokasi tempat wisata, mal dan restoran. Mengurai bergerombol tersebut, dalam waktu dekat jika tak ada aral melintang sejumlah jalan akan diterapkan ganjil genap (Gage).


Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polrestro Depok, AKBP Andi M Indra Waspada mengatakan, pemberlakuan gage tak lain untuk membatasi mobilitas jumlah kendaraan. Untuk merealisasikannya, diperlukan sejumlah persiapan yang matang.


“Ya, Insya Allah bulan depan akan dilaksanakannya. Tetapi, sebelum itu kami perlu melakukan beberapa tahap seperti koordinasi, survei, sampai sosialisasi,” ujarnya, Minggu (19/9).


Kasat menyebutkan, akan bersinergi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok. Disamping itu pula, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) akan dilibatkan untuk berkoordinasi. “Karena masuk ke jalan nasional, kami akan bersurat untuk koordinasi dengan BPTJ agar dibuatkan keputusannya,” katanya.


Mulai Senin (20/9), Satlantas Polrestro Depok bersama Dishub Kota Depok akan meninjau sejumlah titik. Hal ini sebagai bentuk survei di titik-titik yang akan digelar uji coba gage mendatang.


“Tim akan survei lokasi terlebih dahulu. Rencananya jam 9 pagi mulai dari Jalan Raya Kartini sampai Jalan Komjen Pol M Jasin, Kecamatan Cimanggis,” tuturnya.


Di dalam agenda tersebut, lanjut Indra, turut membahas beberapa poin, seperti jumlah personel yang bersiaga, rambu-rambu lalu lintas, titik putar arah bagi kendaraan tak bisa melintas, dan lain-lain.


“Semua stakeholder harus paham mana titik-titik yang akan dilakukan gage. Jumlah personel berapa, rambu apa yang dipasang, jalan alternatif putar balik kendaraan, serta apa-apa saja yang harus dilakukan,” ucapnya.


Kemudian, masyarakat maupun pelaku usaha sekitar juga perlu mengetahui jika wilayahnya akan diterapkan gage. Untuk itu, pihaknya akan menggelar sosialisasi kepada masyarakat melalui RT/RW, kelurahan dan kecamatan.


“Kami akan lakukan sosialisasi ke beberapa perwakilan, dengan harapan disampaikan ke masyarakat luas jangan sampai ada miss informasi,” tegasnya.


Terpisah, Kepala Bidang Lalu Lintas (Lalin) Dishub Kota Depok, Marbudi mengaku, selalu siap jika dilibatkan dalam pemberlakuan gage tersebut. Dukungan yang diberikan misalnya tambahan personel untuk menjaga titik-titik pembatasan kendaraan.


“Kami support. Sama halnya dengan kegiatan penyekatan beberapa waktu lalu saat PPKM Darurat hingga level 4, mengenai personel akan disesuaikan atas permintaan dari rekan-rekan kepolisian,” terangnya.


Sebelumnya, Sistem Crowd Free Night (CFN) atau malam bebas kendaraan telah diberlakukan di wilayah DKI Jakarta untuk menekan terjadinya kerumunan. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran juga telah mempersilakan kepada Polres jajaran di daerah penyangga Jakarta untuk menerapkan sistem serupa.





“Kemarin arahan Pak Kapolda menjelang operasi patuh yang akan kita jalankan pada 20 September nanti, para masing-masing polres itu dipersilakan mengatur dan melaksanakan di mana diperlukan adanya CFN,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan.


Selain itu, Kapolda juga mengizinkan kepada polres jajaran di daerah penyangga untuk menerapkan ganjil genap (gage). Namun, untuk penerapan gage harus berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) setempat.


“Misal kalau Depok mau bikin gage monggo, silakan tinggal nanti Polres Depok koordinasi dengan Dishub Depok dan instansi terkait di Depok. Begitu juga Tangerang Selatan, Tangerang Kota, Bekasi kota dan Bekasi kabupaten, termasuk juga jajaran polres di DKI silakan,”(YB - 22)