4 Alfamidi, 1 Klinik & 1 Rumah Duka Tak Berizin di SEGEL SatPol PP Kota Depok -->

Iklan Atas

SELAMAT DATANG DI WWW.STARINDONEWS.COM BERITA AKTUAL SESUAI FAKTA

4 Alfamidi, 1 Klinik & 1 Rumah Duka Tak Berizin di SEGEL SatPol PP Kota Depok

Purnama Media Grub
Thursday, September 02, 2021


 

StarindoNews.Com, DEPOK - Dianggap menyalahi aturan Perda no.2 tahun 2016, bangunan Alfamidi di beberapa wilayah kota Depok disegel Satuan Polisi Pamong Praja serta aparat keamanan TNI & Polri Kota Depok , pada Rabu 1 September 2021. Satpol PP juga banyak menemukan pelanggaran izin bangunan serupa dari brand mini market tersebut, tak luput pula 1 bangunan Klinik dan 1 Rumah Duka Sopo Gabe di daerah Cisalak Cimanggis Depok mendapatkan penyegelan.


Kasatpol PP Kota Depok N Lienda Ratnanurdianny mengatakan, sebelum melakukan tindakan tersebut pihaknya sudah beberapa kali melakukan proses teguran kepada pengelola.






“Kami Satpol PP kan sebagai ketua harian tim terpadu penertiban. Nah untuk bangunan yang tidak berizin itu dilakukan pengawasan dan pembinaan oleh DPMPTSP namun mungkin setelah dilakukan pengawasan dan pembinaan peringatan 1, 2, 3 itu tidak ada perbaikan,”


Artinya kata Lienda, ada pelanggaran Izin Mendirikan Bangunan yang dilanggar oleh pemilik bangunan. Karena itu, sejumlah tahapan tadi diambil pihaknya.


“Kalau saya melihat dari peringatannya sih karena bangunannya tidak ber IMB. Sudah diperingati sejak lama sehingga harus melakukan langkah-langkah tegas agar semua bangunan-bangunan dunia usaha termasuk Alfamidi apalagi yang sudah dilakukan pengawasan dan “membandel” harus ditindak, dilakukan penyegelan,” 




Seiring penyegelan tersebut, pihaknya membolehkan pemilik bangunan untuk mengurus izin. Namun, selama izin belum dipenuhi seluruhnya, penyegelan akan tetap dilakukan. “Ya kita lihat mereka itu mau mengurus izin, operasional nya ditutup kan,” ujarnya.


Selain Alfamidi di kawasan tersebut, Satpol PP dalam waktu dekat yang melakukan penyegelan terhadap sejumlah bangunan Alfamidi lainnya, tidak sedikit, menurut Lienda jumlahnya banyak.


(Yudi Bahtiar -22)