Ketum PPP: Fungsi Pokok Demokrasi Adalah Menyejahterakan Umat -->

Iklan Atas

SELAMAT DATANG DI WWW.STARINDONEWS.COM BERITA AKTUAL SESUAI FAKTA

Ketum PPP: Fungsi Pokok Demokrasi Adalah Menyejahterakan Umat

Friday, August 20, 2021



starindonews.com, Tahun 2045 sejatinya sudah di depan mata. Jarak kita darinya hanya 2,4 dekade. Orang bijak mengatakan, “Masa depan adalah hari ini.” Kita hanya bisa menjemput masa depan dengan memperjuangkan di hari ini.

Pernyataan ini disampaikan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa dalam Pidato Kebangsaan Ketua Umum Partai Politik, yang diselenggarakan oleh CSIS, Jumat (20/08/2021).

Dalam kesempatan itu, Ketum Suharso menyampaikan 4 hal. Pertama, Partai Persatuan Pembangunan terpanggil menjadi bagian penting dalam mewujudkan Islam Rahmatan lil Alamin.

“Pada bulan Desember 2020 lalu, Partai Persatuan Pembangunan menyelenggarakan sebuah survei nasional yang melibatkan 2.600 responden dari seluruh provinsi di Indonesia,” tuturnya.

Masyarakat Indonesia, menurut Ketum ternyata memberi amanat penting bagi PPP untuk peduli, bersimpati, membela dan mewakili Umat Islam, merawat kemajemukan dan melindungi kalangan minoritas, serta selalu ada, di tengah dan bersama masyarakat.

“Amanat itu seperti tumbu bertemu tutup. Klop dan serasi-sejalan dengan komitmen Partai Persatuan Pembangunan untuk membuktikan bahwa Islam adalah Rahmatan lil Alamin. Islam adalah rahmat bagi sesama, semua dan semesta,” ungkapnya.

Kedua, Ketum Suharso menyampaikan Partai Persatuan Pembangunan memikul tugas sejarah, bersama seluruh anasir kebangsaan yang terpanggil untuk membuktikan bahwa demokrasi adalah instrumen atau tata cara untuk berlomba-lomba mewujudkan kebaikan dan kebajikan. 

“Demokrasi bukanlah alat untuk memecah belah. Demokrasi bukan alat untuk saling mencaci. Demokrasi wajib dijadikan instrumen untuk saling mendukung, memuliakan dan saling membesarkan dengan berlomba-lomba menebar manfaat dan maslahat bagi sesama dan semesta,” ucapnya.

Dalam kerangka itu, Ketum menilai  tak ada pertentangan antara Demokrasi dan Islam. Demokrasi bukanlah ideologi. Demokrasi adalah tata cara atau tata laksana. Sementara Islam adalah sebuah sistem nilai yang utuh dan menyeluruh untuk mengatur hidup manusia. Islam adalah sebuah jendela besar untuk melihat dunia yang membahagiakan lahir-batin seutuhnya.

Ketiga, Partai Persatuan Pembangunan terpanggil oleh sejarah untuk menegaskan bahwa kebaikan dan kebajikan demokrasi yang terpokok adalah mengorientasikan langkah dan kebijakan pada Umat, Rakyat dan Bangsa. 

“Berdemokrasi bukanlah melayani segelintir elite yang berkuasa dan berpunya. Berdemokrasi adalah proses pembuktian bahwa tak ada satu pun orang atau pihak yang tertinggal atau ditinggal. No one left behind,” ujar Ketum.

Keempat, Partai Persatuan Pembangunan berlandaskan prinsip Islam Rahmatan lil Alamin terpanggil sejarah untuk membuktikan bahwa fungsi terpokok demokrasi kita adalah menyejahterakan Umat, memuliakan rakyat, dan membangun bangsa. 

“Demokrasi wajib menghasilkan kesejahteraan. Demokrasi tanpa kesejahteraan adalah demokrasi yang gagal. Partai Persatuan Pembangunan terpanggil sejarah untuk membuktikan bahwa demokrasi adalah pohon dengan buah yang manis. Demokrasi bukanlah pohon berbuah pahit, apalagi beracun,” pungkasnya.

( Ari )