Rekayasa Buku "How Pigs Die" Tamparan Keras Untuk Pemkab Mabar -->

Iklan Atas

SELAMAT DATANG DI WWW.STARINDONEWS.COM BERITA AKTUAL SESUAI FAKTA

Rekayasa Buku "How Pigs Die" Tamparan Keras Untuk Pemkab Mabar

Redaksi
Friday, December 04, 2020

Foto; Remaja NTT dengan buku "How Pigs Die"


Starindonews.com | MANGGARAI BARAT - November lalu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengunggah foto di akun Instagram pribadinya.


Dalam foto tersebut, Anies tampak mengenakan kemeja putih dengan sarung berwarna cokelat, terlihat serius membaca buku "How Democracies Die" dan duduk membelakangi rak buku.


Tidak mau kalah dari Anies Baswedan, beredar juga di media sosial foto seorang remaja di Nusa Tenggara Timur, yang juga tampak mengenakan kemeja putih dengan sarung berwarna cokelat, tetapi sedang membaca buku dengan cover "How Pigs Die" dan duduk membelakangi kandang babi.


Foto yang kini viral itu pertama kali diunggah akun facebook "Lerry Jempau" pada Rabu (02/12/2020).


Ketika dikonfirmasi, Lerry Jempau mengaku sengaja merekayasa buku "How Pigs Die" dalam foto itu, mewakili ungkapan kekesalan masyarakat dan para peternak babi terhadap Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan Dinas Peternakan yang terkesan tidak serius menangani wabah penyakit yang menyerang babi-babi mereka belakangan ini.


"Saya sengaja merekayasa buku "How Pigs Die" karena kekalangkabutan pikiran di tengah wabah yang menyerang babi-babi kami. kami tidak tahu harus kemana lagi mencari solusi. ini ungkapan kegilaan menyikapi langkah pemerintah yang belum serius tangani virus babi ini" ungkap Rm.Lerry Jempau,Pr melalui pesan WhatsApp pada Kamis (03/12/2020)


Lebih lanjut Romo Lerry menegaskan, rekayasa buku "How Pigs Die" adalah bentuk kritikan terhadap pemerintah, khususnya Dinas Peternakan Manggarai Barat, yang lamban mengatasi masalah dan bencana kematian babi di Lembor, Manggarai Barat. 


"Disini (Lembor, red) babi mati hampir mencapai ratusan ekor, belum termasuk di wilyah lain di Mabar ini. kasihan para peternak dan masyarakat yang bergantung dari hasil penjualan ternak. hingga hari ini, Pemerintah belum maksimal mengatasi kasus ini" pungkasnya.


Romo Lerry Jempau berharap, dengan unggahan fotonya dan rekayasa buku "How Pigs Die" sedikit bisa mengetuk hati Pemerintah untuk lebih serius menangani virus babi.


"Semoga unggahan foto dan rekayasa buku itu bisa mengetuk hati Pemerintah untuk lebih serius menangani kasus kematian babi di Manggarai Barat" tutupnya. (KSH)