Kudok Betelok dan kudok Rambai ayam di Bumi Besemah -->

Iklan Atas

SELAMAT DATANG DI WWW.STARINDONEWS.COM BERITA AKTUAL SESUAI FAKTA

Kudok Betelok dan kudok Rambai ayam di Bumi Besemah

Friday, December 18, 2020




Starindonews.com PAGARALAM —Selain dikenal sebagai penghasil kopi robusta dan teh unggulan yang ditanam di kaki Gunung Dempo serta dikenal dengan Kota wisata terbaik di Sumatera Selatan, Pagaralam ternyata menyimpan kebudayaan adiluhung berupa senjata tradisional, yang dikenal dengan nama Kudok. Senjata tradisional ini bukan hanya digunakan para petani untuk berladang tetapi juga menjadi cendramata khas Bumi Besemah.


Saat awak media berkunjung disalah satu sentra pembuatan Kudok yang berada di Terminal Nendagung, terdapat banyak macam jenis Kudok. Dari berbagai macam Kudok yang paling diminati pembeli adalan jenis Betelok, Gerahan, Rambai Ayam, dan Luncu.


Tama salah satu pembuat Kudok mengatakan, bahan baku untuk membuat Kudok sendiri menggunakan besi per mobil. Cara pembuatannya pun cukup panjang mulai dari melebur besi per mobil, pencetakan, dan pembuatan dengan cara dibakar.


"Yang paling lama proses itu membuatnya sambil dibakar, karena harus fokus sesuai dengan pesanan orang," kata Tama.


Lanjut Tama selain membuat untuk pesanan orang, juga membuat Kudok diperjuarbelikan ke pengepul. Dan biasanya dalam satu hari Tama bisa menghasilkan 4 sampai 8 Kudok.


"Biasanya harga yang paling tinggj berkisar 200 ribu, tergantunf dari jenis dan bahan besinya. Apalagi kalau untuk yang dipajang dirumah biasanya akan lebih mahal lagi sebab bentuk sarungnya juga mempengharui harga," tuturnya, Selasa (15/20).


Menurutnya senjata tradisional khas Bumi Besemah ini konon dulunya digunakan banyak orang untuk melindungi diri dari tindak kriminal. Dan sekarang sudah banyak wagra menggunakannya untuk keperluan bertani.(AAS)