Penerima Bantuan Beras Dari Program JPS Di Gurung Liwut Wajib Bayar Pajak -->

Iklan Atas

SELAMAT DATANG DI WWW.STARINDONEWS.COM BERITA AKTUAL SESUAI FAKTA

Penerima Bantuan Beras Dari Program JPS Di Gurung Liwut Wajib Bayar Pajak

Redaksi
Wednesday, November 25, 2020

 


Starindonews.com | BORONG - Pemerintah Desa (Pemdes) Gurung Liwut, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur merealisasikan pembagian bantuan JPS dari Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Timur, berupa beras 60 kg terhadap 87 KK terdampak Covid-19 di Desa tersebut.


Setiap KK yang menerima bantuan beras dipastikan sudah memenuhi kewajibannya membayar pajak bumi dan bangunan, sebagai persyaratannya.

 

TM (27), warga Desa Gurung Liwut, merasa keberatan jika harus memenuhi tuntutan dari Pemdes untuk membayar pajak.


"Ini kan beras bantuan bagi terdampak pandemi Covid-19, jika kami diwajibkan membayar pajak agar bisa mendapatkan beras bantuan ini, apa artinya kami dikatakan sebagai warga terdampak" kata TM, ketika ditemui di lokasi pembagian beras.


Warga lain, FJ (29), mempertanyakan uang 300 ribu yang sebelumnya diinformasikan oleh pihak Bank NTT akan cair bersamaan dengan beras 60 kg sekarang ini. 


"Itu hari Bank NTT bilang, penerimaan JPS tahap dua berupa beras 60 kg dari Provinsi akan ada tambahan uang 300 ribu. itu makanya mereka melakukan pemotongan 300 ribu, sehingga kami hanya menerima 700 ribu dari yang seharusnya 1 juta pada penerimaan JPS tahap satu. kata mereka (Bank NTT red), supaya memudahkan uang masuk untuk kali ini" Pungkas FJ.


Sementara itu, Kepala Desa Gurung Liwut, Nikolaus Jematu, ketika ditemui di ruang kerjanya, pada Sabtu (21/11) menegaskan bahwa tuntutan untuk membayar pajak ini bukan hanya kepada KK penerima beras dari program JPS. semua warga Desa Gurung Liwut diwajibkan membayar pajak tanpa terkecuali.


"Tidak semua penerima bantuan wajib bayar pajak. yang sudah selesai membayarnya, tentu tinggal menerima beras. tuntutan ini juga tidak hanya bagi penerima bantuan program JPS. semua warga di Gurung Liwut wajib bayar pajak. kami manfaatkan momen ini supaya warga yang belum bayar pajak segera menyelesaikannya" beber Nikolaus.


Lebih lanjut, Kades Nikolaus menjelaskan, terkait ada tambahan uang 300 ribu, Pemdes tidak tahu soal itu.


" kami hanya sebatas menjalankan perintah dari atas untuk membagikan beras. soal uang dan lain-lainnya kami tidak tahu. kami bekerja sesuai intruksi saja dengan memegang data-data penerima bantuan. kami senang, pembagian beras hari ini berjalan lancar dan aman" tutupnya. (KSH)