KPK Dalami Dugaan Korupsi Proyek Jalan Senilai Rp29 M, 15 Pejabat di Ogan Ilir Diperiksa -->

Iklan Atas

SELAMAT DATANG DI WWW.STARINDONEWS.COM BERITA AKTUAL SESUAI FAKTA

KPK Dalami Dugaan Korupsi Proyek Jalan Senilai Rp29 M, 15 Pejabat di Ogan Ilir Diperiksa

Redaksi
Monday, November 30, 2020


Starindonews.com | Ogan Ilir - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa 15 aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Ogan Ilir Sumatera Selatan. 


KPK juga memeriksa beberapa pemborong terkait dugaankorupsi proyek pembangunan jalan. Nilai pekerjaan mencapai Rp29 miliar.


Pemeriksaan berlangsung selama lima hari di Mapolda Sumsel dan Mapolres Ogan Ilir, 24-28 November 2020. Sejauh ini belum ada penetapan tersangka dalam kasus itu.



Pemeriksaan pada tiga hari pertama dilakukan terhadap 15 ASN dan kontraktor dalam proyek jalan di Desa SP Pelabuhan Dalam-Indralaya senilai Rp17 miliar dan pembangunan jalan Desa Tanjung Miring, Kecamatan Muara Kuang senilai Rp12 miliar lebih.


Beberapa terperiksa adalah Kepala Dinas PUPR, mantan Kepala Dinas PUPR Ogan Ilir, mantan Kabid PUPR, mantan Bendahara PUPR Ogan Ilir dan beberapa orang lagi, yakni berinisial MH, AS, JN, FR, FZ, dan RZ. Empat orang kontraktor dan sejumlah ASN di dinas itu juga turut diperiksa penyidik KPK yang beranggotakan sepulu orang.


Sekretaris Dinas PUPR Ogan Ilir Ruslan membenarkan pemeriksaan tersebut. KPK sebelumnya mengirimkan surat pemberitahuan pemeriksaan kepada masing-masing terperiksa.


Benar saya tahu ada pemeriksaan itu. Surat pemberitahuan diterima pak bos (Kadis PUPR Ogan Ilir)," ungkap Ruslan, Minggu (29/11).


Hanya saja, dia tidak mengetahui berapa orang yang diperiksa dan materi pemeriksaan. Sebab, dirinya tidak masuk dalam daftar terperiksa.


Saya tidak mengetahui pasti berapa banyak yang diperiksa, isinya juga lebih tidak tahu lagi, kata dia.


Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, pemeriksaan dilakukan atas dugaan tindak pidana korupsi terkait dua proyek pembangunan jalan di kabupaten itu dengan total anggaran Rp29 miliar. Pemeriksaan berlangsung selama lima hari dengan pinjam pakai ruangan di Mapolda Sumsel dan Mapolres Ogan Ilir.


Benar, ada pemeriksaan dalam beberapa hari ini. Karena masih proses penyelidikan, kami belum bisa menyampaikan lebih lanjut,singkatnya. (Korwil Sumsel)