Tarian Tradisional "Caci" Semakin Diminati Kaum Muda Matim -->

Iklan Atas



 



 

SELAMAT DATANG DI WWW.STARINDONEWS.COM BERITA AKTUAL SESUAI FAKTA

Tarian Tradisional "Caci" Semakin Diminati Kaum Muda Matim

Redaksi
Saturday, October 17, 2020


Starindonews.com | Borong - Caci adalah tarian adat tradisional Manggarai yang  sudah dikenal luas di Indonesia maupun Mancanegara. tarian simbol ketangguhan pria Manggarai ini terbilang ekstrim karena harus terlibat aksi saling melukai menggunakan cambuk.


Kali ini pertunjukan Caci diselenggarakan di kampung Tuwa Mbeling, Borong, Manggarai Timur.


Dari pantauan media, kebanyakan dari penari adalah dari kalangan remaja setempat. mereka antusias penuh semangat memainkan tarian ini. ada yang mencambuk, ada yang menahan cambukkan menggunakan perisai.



Ketua adat setempat, Wilibrodus Sebar. ketika diwawancarai media, mengaku bangga dengan remaja-remaja yang punya minat dan hobi memainkan tarian caci.


Saya merasa senang melihat semangat mereka. saya pikir, anak-anak muda sekarang sudah tidak punya minat memainkan tari tradisional. ternyata mereka punya semangat yang luar biasa sebagai generasi penerus. kata Wili.


Tarian caci sendiri harus dimainkan oleh orang-orang yang profesional. karena jika salah sedikit menahan cambukkan lawan, bisa berakibat fatal. tetapi para remaja sekarang tingkat keberaniannya luar biasa. mereka adalah harapan masa depan sebagai generasi yang diandalakan dalam menjaga kelestarian budaya Manggarai. Pungkas, Wili.


Salah satu penari, Kaldi Sudiman (19) kepada media menerangkan, dirinya termasuk pemula dalam memainkan tarian ini. 


saya pemula, dan saya senang bisa ikut memainkan tarian ini. semakin badan saya terluka karena cambukan, saya semakin semangat. kata remaja yang masih duduk di bangku SMA itu.


Adapun penari lain, Kardi Pagur (20), mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Bali, ketika diwawancarai media menegaskan, mereka akan selalu menjaga adat dan budaya Manggarai.


tarian caci adalah bagian dari hidup kami, saya khususnya. saya selalu bertandang kemanapun selama ini demi tarian caci. luka cambuk di punggung saya adalah bukti kecintaan saya terhadap budaya Manggarai. tutupnya, sembari menunjukan beberapa bekas luka di punggungnya.


Tarian caci tidak untuk dimainkan sembarangan, dan tidak untuk setiap bulan. di Manggarai Timur, puncak pertunjukan tari tradisional ini berkisar antara bulan Agustus hingga Oktober. kebanyakan tarian caci diselenggarakan dalam rangka mensyukuri hasil panen petani. (SH)