Tangapan Kapolres & Kasat Reskrim Polres Pagaralam Wartawan Laporkan Ketua DPRD Kota Pagaralam -->

Iklan Atas

SELAMAT DATANG DI WWW.STARINDONEWS.COM BERITA AKTUAL SESUAI FAKTA

Tangapan Kapolres & Kasat Reskrim Polres Pagaralam Wartawan Laporkan Ketua DPRD Kota Pagaralam

STARINDONEWS.ONLINE
Friday, October 16, 2020


StarindoNew.Com, Pagaralam – Tangapan kapolres pagar alam tentang  Ketua DPRD Kota Pagaralam Jenni Shandiyah, dilaporkan ke polisi oleh Wartawan StarindoNews.Com Biro Pagarala AL kahfi dan di dampingi Beberapa Media Online dan Cetak wilayah Kota Pagaralam, lantaran menuding wartawan pers Plat Merah,


yang di hubungi awak media StarindoNew.com melalui pesan singkat Whatsapp Silahkan langsung ke kasat reskrim ( 16/10 14:33 ) Yang jelas laporan kami terima dan akan dilakukan penanganan oleh sat reskrim. Trims


Sedangkan tangapan  kasat Reskrim Polres pagar melalui pesan singkat Whatsapp Laporan akan kami tangani dengan memeriksa saksi dan mengumpulkan alat bukti.


Sedangkan Ka Biro Media StarindoNew.Com Sebagai pelapor berharap pihak kepolisian khususnya Polres Pagar alam dapat segera menindak lanjuti Laporan Polisi Nomor : STTLP / B- 109/ X /2020 / SPKT POLRES Pagaralam Kamis 15 oktober 2020,



Dan berharap terungkapnya siapa pers plat merah yang di maksud oleh ketua DPRD kota pagar alam yang beredar Dan Viral di Media sosial (Medsos) Fecbok akun Jenni Alnabi Harlin yang diduga Kalau ada Pers Plat Merah di kota pagaralam menuding Saat ada Unras Mahasiswa, Kamis 8 Oktober 2020 minggu lalu.


Lanjut AL kahfi yang biasa di pangil kafi,laporan ini akan terus kita pantau.agar Insan Pers di Kota Pagaralam tidak saling mencurigai lagi siapa yang dimaksud Pers Plat merah tersebut.


laporan ini diduga melanggar Tindak pidana Undang-undang No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 27 ayat 3 UU ITE." ujar Alkahpi.


laporan polisi itu dibuat sebagai bentuk pendidikan hukum guna mencari keadilan hukum yang seadil-adilnya dan tanpa ada kepentingan politik di dalamnya.“Saya tidak ada urusan, kepentingan politik atau kepentingan kelompok tertentu atau siapapun itu. Laporan saya ini murni masalah hukum sebagai upaya mengembalikan Indevendin Profesi wartawan ujar kafi.


Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat kota Pagaralam dan khususnya senior dan Rekan-rekan jurnalis di Pagaralam Sumatera Selatan umumnya, karena Statusnya di Facebook atas tudingan Pers Plat Merah itu sempat membuat Profesi Wartawan tercoreng di mata publik." tegasnya.


Sementara Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Pagaralam, Asnadi M Aridi Menanggapi, dengan kejadian ini mungkin para wartawan merasa dipojokan dengan unggahan tersebut, hal ini untuk pembelajaran bagi Pejabat Publik agar tidak mudah menyinggung Profesi Wartawan yang seolah-olah 


Jati diri Wartawan sangat rendah dan tidak profesional, upaya hukum sudah mereka tempuh, ikuti saja alurnya sesuai dengan Hukum yang berlaku, Di alam Demokrasi saat ini Peran Pers sangatlah penting, dimana dalam melaksanakan tugasnya pers sudah dilindungi oleh Undang-Undang, seperti yang tertuang dalam UU Pers No 40 tahun 1999 serta Kode etik jurnalistik, Semua sudah jelas  tertuang disana, oleh karenanya profesi kami ini bukanlah untuk ''Guyonan''


Biarkan proses ini berlanjut dan kita tunggu hasil laporan tersebut.” Jelasnya.(AL kahfi Dawam&Arsa Firdaus)