Kades Benteng Riwu Diduga Palsukan Tandatangan, Kader Posyandu Tempuh Jalur Hukum -->

Iklan Atas




SELAMAT DATANG DI WWW.STARINDONEWS.COM BERITA AKTUAL SESUAI FAKTA

Kades Benteng Riwu Diduga Palsukan Tandatangan, Kader Posyandu Tempuh Jalur Hukum

STARINDONEWS.ONLINE
Monday, October 19, 2020

Ilustrasi
Ilustrasi


StarindoNews.com, Borong - Anton Bugar, Kepala Desa Benteng Riwu, kecamatan Borong, kabupaten Manggarai Timur diduga melakukan tindak pidana pemalsuan tandatangan para kader posyandu pada SPJ tahun 2019.


Itu disampaikan para kader posyandu Benteng Riwu, yakni; Imelda Jemamut (49), Veronika Nanur (50), dan Fransiska Oya Sada (48).


Ditemui di kediaman Imelda Jemamut, di kampung Lurut, Desa Benteng Riwu pada hari Jum'at (16 / 10), ketiga kader posyandu ini mengaku sangat kecewa atas tindakan yang sudah dilakukan oleh oknum Kepala Desa.


Anton Bugar sudah melecehkan harga diri kami sebagai perempuan. kami tidak menuntut  uang kami yang dimakannya untuk dikembalikan. kami hanya minta pertanggung jawaban Anton atas tindakan pemalsuan tandatangan yang sudah ia lakukan. kata Imelda.


Kami juga berharap masalah ini segera diproses. Kepala Desa seperti ini harus ditindak tegas, supaya ada efek jera. sambungnya.


Hal serupa disampaikan Fransiska Oya Sada. kepada StarindoNews.com, Fransiska menjelaskan bagaimana proses penyelesaian masalah ini hingga berujung laporan ke Polres Manggarai Timur.


Kami sudah beberapa kali dikunjungi oleh utusan - utusan dari dinas terkait. utusan dari Dinas PMD sudah pernah datang, dari Kecamatan juga sudah pernah. bahkan Ibu Camat pernah datang, walaupun tidak sempat ketemu kami, mereka datang meminta supaya masalah ini diselesaikan dengan kekeluargaan dan berdamai, tapi kami menolaknya. kata Fransiska.


"Kami punya alasan kenapa masalah ini harus diproses secara hukum. sudah banyak masalah seperti ini tidak diselesaikan karena mengandalkan permintaan maaf. Sehingga tindakan - tindakan seperti ini terus berlanjut, kami ingin, sebagai kaum perempuan, jangan sesekali melihat kami sebagai kaum lemah, sehingga seenaknya saja Kades berbuat sesuka hati". ujar Fransiska.


Ungkapan senada juga disampaikan Veronika Nanur. ditemui di tempat yang sama, Veronika menyampaikan tekadnya untuk tidak menyerah pada kasus ini. meski menurutnya, banyak pihak yang berusaha menutupi masalah ini, ia dan kedua kader lainnya akan berjuang sampai ada titik terang dari masalah ini.


Saya dan teman - teman saya sudah bertekad untuk memperjuangkan keadilan di Desa kami. kami tidak ingin dipandang rendah sebagai perempuan. dari itulah kami tidak ingin masalah ini didiamkan begitu saja. ungkap Veronika.


Ia pun menambahkan, bahwa masalah ini sudah diserahkan ke Kepolisian dan menunggu hasil penyelidikan.


Masalah ini sudah kami serahkan ke Kepolisian. kami tidak ingin berdamai tanpa adanya proses hukum. kalau berdamai ya boleh saja, tetapi proses hukum harus tetap berlanjut. Kata Vero.


Sementara itu, Kepala Desa Benteng Riwu, Anton Bugar, enggan berkomentar ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp.


Sementara itu, camat Kecamatan Borong, Yani Gagu, ketika dihubungi, tidak memberikan banyak keterangan terkait masalah ini. beliau hanya mengatakan bahwa masalah ini sudah dilimpahkan ke Inspektorat. ( SH )