BURUKNYA PENDIDIKAN DI SERAM UTARA -->

Iklan Atas

SELAMAT DATANG DI WWW.STARINDONEWS.COM BERITA AKTUAL SESUAI FAKTA

BURUKNYA PENDIDIKAN DI SERAM UTARA

Redaksi
Wednesday, September 16, 2020


Starindonews.Online | Maluku Tengah - Kondisi yang kini dirasaan oleh masyarakat pegunungan seram utara telah menyita perhatian publik. Rabu, (16/09/2020).

Bagaimana tidak jika generasi penerus bangsa yang berada di bangku pendidikan Sekolah Dasar harus tetap menimbah ilmu di sekolahnya dengan cara melawan rasa takut.

Bangunan yang nyaris roboh masih tetap digunakan sebagai tempat proses belajar mengajar,atap sekolah yang bocor adalah bukan tempat yang nyaman bagi siswa siswi yang berada di daerah pegunungan untuk menimbah ilmu.


Dari hasil wawancara dengan beberapa narasumber yang berasal dari daerah pegunungan mereka menyebutkan bahwa memang kondisi pendidikan di beberapa negeri di pegunungan seram utara luput dari perhatian pemetintah.

Dinding sekolah yang terbuat dari papan itu terlihat telah melapuk,sebagian tiang-tiang yang juga berbahan baku kayu tidak lagi berdiri kokoh,namun para guru dan murid harus tetap menggunakan bangunan itu untuk tetap melaksanakan proses belajar mengajar.Hal ini membuat orang tua murid merasa was was ketika anak anaknya berangkat ke sekolahnya.

Menurut warga kondisi ini telah berlangsung lama,bahkan telah di ekspos oleh beberapa media dan telah diketahui oleh pemerinta,namun samapai detik ini belum ada kejelasan atau kepastian bahwa kapan bangunan sekolah akan di renofasi.


Warga juga menyebutkan bahwa jika datangnya musim hujan para siswa dan guru harus meninggalkan beberapa kelas dan bergabung di salah satu kelas,hal itu disebabkan karna atap dari bangunan sekolah itu sudah tidak bisa lagi memberikan perlindungan terhadap air hujan.
Bukan hanya atap yang bocor namun gelagar penahan atap juga terlihat jelas sudah taklagi hampir patah.

"tinggal menunggu waktu saja untuk atap sekolah ini runtuh," jelas warga.

Bahkan ketika hujan berhenti para siswa harus disibukan untuk membersihkan ruangngan mereka dari pecek akibat hujan yang dengan entengnya masuk dan membuat genangan air didalam ruang kelas.


Jendela jendela yang terlihat tanpa kaca itu terbuka lebar,bahkan para siswa dan guru harus mengungsi dari beberapa kelas dan berkumpul di ruangan yang memang bisa dijadikan tempat berlindung sementara jika datangnya cuaca yang memburuk. (Kamdani)