MASYARAKAT MALUKU TENGAH BELUM MERASAKAN KEADILAN DARI PEMERINTAH TENTANG INFARSTRUKTUR JALAN -->

Iklan Atas

SELAMAT DATANG DI WWW.STARINDONEWS.COM BERITA AKTUAL SESUAI FAKTA

MASYARAKAT MALUKU TENGAH BELUM MERASAKAN KEADILAN DARI PEMERINTAH TENTANG INFARSTRUKTUR JALAN

STARINDONEWS.ONLINE
Monday, September 07, 2020


StarinndoNews.Online, Maluku Tengah - Ruang publik merupakan aset utama bagi masyarakat Besi, Jalan merupakan ruang publik yang paling mudah diakses, Jalan tak hanya berfungsi sebagai jalur sirkulasi tetapi juga ruang sosial yang dapat merepresentasikan kehidupan dan Identitas Kota dan Desa, Kab. Maluku Tengah berperan penting dalam merepresentasikan identitas Kota Masohi sebagai "Kota Gotong Royong".

Pemanfaatan ruang publik Bupati Maluku tengah tak serius optimalisasi Jalan Lintas seram.Senin 7 September 2020 Tokoh pemuda negeri admistrasi Besi yang tidak ingin namanya disebutkan menyampaikan keluhannya bahwa, ketimpangan di negri Admistrasi Bessi Kecamatan Seram Utara Kabupaten Maluku Tengah ialah Jalan sebagai hal yang lebih urgen untuk kelangsungan kebutuhan  Masyarakat yang hidup disekitarnya,lebih kuhusnya Masyarakat Negri administrasi Besi.

Iya menceritrakan, pada tahan 1993 terjadi penggusuran jalan lintas kabupaten Maluku tengah oleh salah satu perusahan jalan swasta kala itu Tentu Masyarakat Negeri Besi Seram Bagian Utara merasakan ada angin segar terhadap Masyarakat,"bahwa ada akses ke kampung kami yang sudah lama kami nanti-nantikan adanya infarstruktur jalan yang masuk ke Negri kami.



Ternyata sudah 26 tahun setelah penggusuran belum ada pembangunan jalan seperti di daerah lainnya, padahal pada saat penggusuran tersebut masyarakat menghibahkan lahan pertanian dengan harapan Pemeritah Maluku tengah membuka akses jalan lintas ke Negeri Bessi agar perekonomian wilayah sekitar bisa terdongkrak,jika ada akses jalan yang memadai maka lebih mudah masyarakat menjual hasil pertanian dan hasil nelayan di luar kampung,"ujarnya.

Iya melanjutkan,"sebab kebutuhan masyarakat terganggu ketikan musim kemarau, di karenakan Jalan becek, licin sehingga masyarakat susah untuk melakukan perjalanan untuk menjual hasil yang hutan maupun hasil laut."ungkapnya.

Sebagian Besar Masyarakat Negri besi profesinya Tani dan Nelayan adapula yang kerjanya di Perusahaan Iya berharap keluhan dari pada masyarakat negri besi ini bisa di dengar dan di respon oleh Gubernur Maluku dan Bupati Maluku Tengah untuk melakukan perbaikan jalan Lintas Besi, sebab hal ini adalah kebutuhan umum yang harus di perhatikan pemerintah Maluku tengah.

"harapnya.Jelas bahwa Dalam butir sila ke lima keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia,tetapi apa masalahnya sehingga kami Masyarakat Negri Besi belum juga merasakan keadilan dari pemerintah Maluku Tengah.?"tanyanya.

Padahal Indonesia sudah merdeka 75 Tahun tetapi kami Masyarakat Besi belum juga merasakan kemerdekaan yang di cita-citakan oleh pejuang kalah itu bahwa masyarakat harus hidup sejahteraan dan tanpa ada gangguan dari pihak manapun."tegasnya.

Hal ini tampak misalnya dalam amanat UU No 38 Tahun 2004 yaitu "Jalan adalah akses transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas,

Maka tidak mengherankan ketika misalnya pihak Masyarakat Besi kemudian menggunakan UU ini sebagai dasar berargumentasi bahwa hanya jalan berfungsi sebagai akses  ruang Ekonomi Masyarakat Seram Utara lebih tepatnya Masyarakat Besi karena dianggap sangat membantu  pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Besi."tutupnya.( MY. Arafat )