Jarak Puskesmas Jauh, Ibu Hamil Meninggal Dunia -->

Iklan Atas

SELAMAT DATANG DI WWW.STARINDONEWS.COM BERITA AKTUAL SESUAI FAKTA

Jarak Puskesmas Jauh, Ibu Hamil Meninggal Dunia

Redaksi
Sunday, September 06, 2020


Starindonews.Online | Maluku - Kondisi Kesehatan masyarakat pegunungan seram utara Kabupaten Maluku Tengah, Matheos Rehena Yang Merupakan seorang Pemuda Asal Negeri Maraina Pegunungan Seram Utara Mengulas Terkait Wajah Kesehatan Pegunungan seram utara saat ini. Minggu, (06/09/2020)

Matheos menyampaikan beberapa hal yang sangat miris di pegunungan seram utara, di antaranya negeri kaloa, Elemata, Hatuolo, Manusela dan Maraina bahwa hampir se-tahun ini lima Negeri ini tidak mendapatkan layanan kesehatan  yang baik terhitung sejak bulan Juli 2019 hingga bulan Agustus 2020.

Kemudian dipaparkan oleh M.R bahwa Selama itu beberapa kasus terjadi, kematian bayi dan ibu hamil  serta orang dewasa terjadi di negeri maraina pada bulan April 2020 hingga Agustus 2020 terdapat 9 Balita  dan 3 orang dewasa."jelasnya.


Mateos juga menceritrakan beperapa persoalan yang terjadi di daerah pegunungan yang di akibatkan pelayanan kesehatan yang kurang baik.

"Di negeri Manusela seorang ibu hamil Meninggal saat bersalin serta 3 Balita meninggal dalam Keadaan tidak tertolong. Pada Negeri Manusela, ibu hamil (Alm Melda Lilihata) menderita bersalin  selama seminggu (7 hari) akhirnya meninggal dunia tidak tertolong, seorang anak di negeri elemata menderita sakit meninggal tidak tertolong karena tidak adanya tenaga Medis, serta jarak tempuh ke puskesmas kecamatan yang sangat memakan waktu sehingga meninggal dalam perjalanan." Ungkapnya.

Iya juga menyayangkan pelayanan kesehatan menurutnya jika masih pada prinsip dan pola yang sama yaitu setahun  baru melakukan pengobatan, bisa-bisa yang terjadi kedepan angka kematian bagi balita dan ibu hamil  di pegunungan seram utara  bisa semakin melunjak," Kesalnya.

Selama ini ada seorang  bidan desa yang ditugaskan untuk melayani masyarakat 5 negeri tersebut, namun bisa dipahami seorang perawat menagani 5 negeri itu satu hal yang sangat tidak rasional ungkapnya.

"Saya merasa jika hanya seorang perawat yang mengakomodir 5 Negeri yang rentang jaraknya yang cukup jauh antara satu Negeri dengan Negeri yang Lain itu sangat tidak Efektif, dengan demikian diharapkan adanya Penambahan Tenaga medis di setiap negeri yang ada, Hal ini bisa mengakomodir Anak Negeri pegunungan lulusan Kebidanan/ keperawatan sehingga masyarakat bisa mendapat pelayanan kesehatan dengan baik kedepannya.
Mateos Juga Mengharapkan Agar Pemerintah Dalam hal ini Dinas Kesehatan Dapat Mengambil Langkah Aktif terkait Penambahan Tenaga Medis di Daerah ini Bukan soal orang gunung tapi ini soal kemanusiaan" tutupnya. (MY. Arafat)